ASN Diminta Tidak Gunakan LPG 3 Kg, Pemkab Probolinggo Tekankan Subsidi Tepat Sasar
- 22 Apr 2026 17:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengeluarkan imbauan tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak lagi menggunakan LPG bersubsidi 3 kilogram. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan lonjakan harga LPG yang sempat viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi di lapangan. Ia menyebutkan bahwa sejak April, distribusi LPG 3 kg mulai mengalami gangguan sehingga perlu intervensi kebijakan, salah satunya melalui imbauan kepada ASN.
“Ini berawal dari keluhan masyarakat. Ada informasi kelangkaan dan harga tidak sesuai HET. Maka Bupati mengambil langkah agar subsidi ini benar-benar tepat sasaran,” ujar Ugas dalam dialog Malang Menyapa di RRI Malang, Rabu (22/4/2026)
Menurutnya, ASN diharapkan menjadi role model bagi masyarakat. Dengan tidak menggunakan LPG subsidi, maka kuota yang tersedia bisa lebih difokuskan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti warga kurang mampu dan pelaku usaha kecil.
Jumlah ASN di Kabupaten Probolinggo sendiri mencapai sekitar 12.023 orang. Jika seluruh ASN menggunakan LPG subsidi, maka potensi konsumsi akan sangat besar dan berdampak pada distribusi di tingkat masyarakat.
“Ini bukan soal mampu atau tidak mampu membeli, tapi soal hak. LPG 3 kg itu hak masyarakat yang berhak menerima subsidi,” tegas Ugas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....