Mensos Gelar Dialog Kesejahteraan Sosial di Pasuruan

  • 15 Nov 2025 21:38 WIB
  •  Malang

KBRN, Pasuruan : Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menekankan penguatan Program Sekolah Rakyat (SR) sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu dalam kegiatan Dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat. Berlangsung di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri keluarga dan siswa Sekolah Rakyat, serta turut dihadiri pilar-pilar sosial diantaranya Pendamping Rehabilitasi Sosial, Pendamping PKH, Tagana, TKSK, Pekerja Sosial Masyarakat, Karang Taruna, dan Pelopor Perdamaian di Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Hadir pula Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo, Wakil Wali Kota Pasuruan Mokhamad Nawawi, Kadinsos Jatim Restu Novi, Forkopimda Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Pejabat Tinggi Madya Kemensos.

Dalam dialog tersebut, Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui SR.

Dijelaskannya bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan model pengentasan kemiskinan terpadu yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang setara. Tidak hanya anaknya disekolahkan, tapi secara terintegrasi keluarganya mendapatkan program unggulan Presiden Prabowo.

"Bantuan sosial bersifat sementara, namun keberdayaan harus berkelanjutan. Harapannya, ketika anak-anak lulus, keluarga mereka juga ikut berdaya," tegas Gus Ipul.

Saat ini, jelas Gus Ipul, terdapat 166 titik SR rintisan yang telah beroperasi di seluruh Indonesia, dan 104 titik lahan telah disiapkan untuk pembangunan SR permanen.

"Program ini dirancang secara holistik dengan mengintegrasikan berbagai layanan pendukung, mulai dari pendataan di Data Terpadu Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN), cek kesehatan gratis (CKG), makan bergizi gratis (MBG), pemberdayaan ekonomi (PPSE), hingga jaminan kesehatan bagi siswa dan keluarga," imbuhnya.

Pemerintah menargetkan 46.000 siswa SR pada tahun mendatang. Gus Ipul berpesan agar proses pendataan dilakukan secara akurat dan transparan.

"Tidak boleh ada yang main-main dalam mendata siswa Sekolah Rakyat. Semua harus tercatat di DTSEN. Saya titipkan kepada pemangku kepentingan agar SR berjalan dengan baik. Program ini adalah prioritas Presiden Prabowo," pesannya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi) menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat kualitas SDM di daerah. Pihaknya bersyukur SR bisa dilaksanakan di tiga titik di Kota dan Kabupaten Pasuruan.

"Tentu sama-sama kita saksikan bahwa hari ini, ternyata ketika negara hadir memberikan fasilitas, memberikan ruang yang sama bagi mereka-mereka yang selama ini kurang diuntungkan oleh situasi ekonomi, ternyata mereka punya potensi yang tidak kalah dengan siswa-siswa yang lainnya," ujar Mas Adi.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Pasuruan telah menyiapkan lahan seluas 7,3 hektare untuk pengembangan fasilitas SR. Tahun depan, program ini ditargetkan menjangkau jenjang SD hingga SMA sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan berkualitas.

"Semoga langkah ini dapat terwujud dan memberi manfaat luas bagi masyarakat," pungkas Mas Adi. (Firman Maulana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....