Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan
- 09 Nov 2025 22:16 WIB
- Malang
KBRN, Pasuruan : Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya menggelar dialog publik bersama Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo dalam rangka membedah kebijakan satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di tingkat daerah. Mengusung tema “Menjahit Kebijakan Nasional dengan Kebutuhan Lokal”. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kota Pasuruan, Minggu (9/11/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 60 peserta dari aliansi BEM se-Pasuruan Raya ini menghadirkan pemateri dari unsur pemerintah daerah dan akademisi, membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dan mengkritisi kebijakan pemerintah demi arah pembangunan yang lebih baik.
Turut hadir H. M. Rohani Siswanto, (DPD Partai Gerindra Jatim), Dr. Moch. Mubarok Muharam (Dosen FISIPOL UNESA), Dr. Mochammad Taufiq (Rektor UNIWARA Pasuruan), Gus H. M. Nailurrochman (Ketua PCNU Kota Pasuruan), dan AKP Pujiono (Kasat Intel Polres Pasuruan Kota).
Wali Kota Pasuruan, yang akrab disapa Mas Adi, menyambut baik inisiatif mahasiswa. Ia menekankan peran vital mahasiswa sebagai agent of change yang harus responsif dan berbasis intelektual.
"Diskusi kemahasiswaan berbasis intelektual dan mengutamakan ilmu pengetahuan, sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi," ujarnya.
Dalam konteks tema pembahasan satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Mas Adi menyampaikan sebaiknya tidak terfokus pada visi-misi personal, melainkan konteks nasional yang sudah termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) .
"Maka, sebelum dilakukan bedah kebijakan, diharapkan rekan-rekan mahasiswa dapat membaca RPJMN terlebih dahulu," ungkapnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, lanjut Mas Adi, mendukung penuh program nasional seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR), dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Mas Adi menyoroti program MBG, dikatakannya Pemkot berencana mengoperasikan 23 Sentra Pengolahan Pangan dan Gizi (SPPG) yang dapat membuka 1.081 lapangan pekerjaan baru.
Selain itu, Mas Adi juga menyoroti program nasional Sekolah Rakyat (SR) yang bertujuan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
"Indonesia merupakan negara luas dan memiliki SDA yang mumpuni, namun kita kalah dengan negara - negara maju, mereka maju karena memiliki SDM yang sangat baik," ungkapnya.
Lebih lanjut Mas Adi menyampaikan bahwa Pemerintahan Jokowi fokus dalam konteks pembangunan infrastruktur, sedangkan Pak Prabowo fokus pada siapa yang akan mengelola infrastruktur yang sudah ada, yaitu rakyat Indonesia itu sendiri.
"Maka dari itu, pembangunan SDM di Indonesia harus diratakan, bukan hanya suatu wilayah saja," ujarnya.
Ia menambahkan, dalam menjalankan program nasional, pemerintah daerah bergerak untuk kepentingan rakyat dan tidak mungkin tidak mendukung pemerintah pusat. Namun, satu tahun pemerintahan dinilai belum cukup menjadi tolak ukur dalam menilai capaian janji-janji kampanye.
Para narasumber turut mengaktifkan diskusi. Dr. Mochammad Taufiq (Rektor UNIWARA) berharap agar para mahasiswa di Kota Pasuruan dapat bergerak menjadi pembangun dalam memajukan Kota Pasuruan.
Jangan hanya menjadi kritikus dan selesai di meja diskusi tanpa tindakan. Sejalan dengan Wali Kota, ia memandang positif dampak ekonomi kerakyatan dari program MBG.
Sementara itu, Dr. Moch. Mubarok Muharam selaku Dosen FISIPOL UNESA melihat program Prabowo sebagai ide sosialisme yang sejalan dengan ekonomi kerakyatan.
Sementara Gus H. M. Nailurrochman yang merupakan Ketua PC NU Kota Pasuruan menambahkan, perspektif etika, mengingatkan bahwa kritik utamanya mahasiswa harus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan disampaikan dengan cara yang tepat.
Dialog publik ini diharapkan dapat menjadi sarana efektif dalam mewujudkan sinergi pembangunan antara pemerintah daerah dan kaum intelektual muda di Kota Pasuruan. (Firman Maulana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....