Pemkot Pasuruan Gencarkan Upaya Perangi AIDS, TBC, DBD
- 09 Okt 2025 18:41 WIB
- Malang
KBRN, Pasuruan : Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Kesehatan menggelar acara Penguatan Komitmen Program Prioritas Bidang Kesehatan pada Kamis (9/10/2025). Berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, acara ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi dan meningkatkan upaya penanggulangan penyakit menular dan tidak menular.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Shiely Marlena, menyampaikan data yang menunjukkan tantangan serius di bidang kesehatan.
“Prevalensi kasus penyakit menular dan tidak menular menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan individu dan masyarakat," ujarnya.
Ia merinci beberapa penyakit yang menjadi fokus, antara lain Tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, Demam Berdarah Dengue (DBD), diabetes, dan hipertensi.
Data yang dipaparkan dr. Shiely menunjukkan penemuan kasus TBC di Kota Pasuruan dari target 90%, pencapaian baru mencapai 51,29%.
“Banyak faktor yang memengaruhi, seperti kurangnya kesadaran masyarakat, stigma sosial, dan metode penemuan kasus yang kurang aktif," jelasnya. Tingkat keberhasilan pengobatan TBC juga masih di bawah target, yaitu 84% dari target 90%,” ujarnya.
Menurutnya, minimnya kepatuhan pasien dan dukungan keluarga menjadi penghambat padahal satu penderita TBC dapat menularkan penyakit kepada 10-15 orang lainnya.
Sementara itu, pada penanggulangan HIV/AIDS menurut dr. Shierly berdasarkan data, Kota Pasuruan mencatat 467 Orang Dengan HIV (ODHIV).
"Meskipun target penemuan kasus terlampaui (116%), artinya hampir semua ODHIV sudah teridentifikasi, akses terhadap pengobatan baru mencapai 53,8%, sehingga efektivitas pengobatan masih rendah dan virus berhasil ditekan pada 55,9% kasus,” ungkapnya.
Lebih lanjut dr. Shierly menyampaikan Tahun 2025 menjadi tahun dengan jumlah penderita DBD terbanyak dalam 10 tahun terakhir di Kota Pasuruan, dengan total 472 kasus hingga saat ini. Tingginya angka kasus ini salah satunya disebabkan oleh angka bebas jentik (ABJ) yang masih rendah, yaitu 93,31%, di bawah target 95%. Lingkungan yang kotor dan tempat potensial perkembangbiakan nyamuk yang belum terjamah gerakan pemberantasan sarang nyamuk menjadi penyebab utama.
"Pengasapan atau fogging tidak efektif dan justru menimbulkan gangguan kesehatan," tegas dr. Shiely, seraya mengajak masyarakat untuk lebih aktif melakukan PSM dan kerja bakti secara berkala.
Dinas Kesehatan juga menyoroti adanya kantong-kantong penolakan imunisasi di beberapa kelurahan, yang didasari oleh isu halal-haram vaksin dan ketakutan akan efek samping.
Shiely menekankan bahwa penolakan ini dapat memicu Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti kasus campak yang menyebabkan kematian balita di Sumenep.
"Kami berharap hal ini tidak terjadi di Kota Pasuruan," ucap dr. Shiely, meminta dukungan lintas sektor untuk mengedukasi masyarakat dan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap.
Sementara Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
"Pemerintah, terutama Dinas Kesehatan, tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi penyakit menular seperti HIV, TBC, dan DBD," tegasnya.
Ia juga menyoroti budaya masyarakat yang masih menolak imunisasi karena kekhawatiran yang tidak berdasar.
Mas Nawawi mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kader kesehatan dan forum RT/RW, untuk menjadi agen sosialisasi yang masif. Terkait DBD, ia mengingatkan bahwa langkah pencegahan utama adalah melalui gerakan 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang, serta menekankan bahwa fogging adalah langkah terakhir.
Ada pula budaya masyarakat yang justru mengungsikan anak kecil agar tidak diimunisasi. Ini menjadi PR kita bersama. Sosialisasi harus terus kita gencarkan melalui media sosial, kader kesehatan, forum RT/RW, dan keluarga masing-masing agar menjadi agen informasi.
"Dari kegiatan ini harapan kami semua, mari bersama-sama bantu pemerintah. Karena bagaimanapun, terkait HIV dan penyakit menular seperti TBC, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri," pungkasnya.
Dengan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi aktif seluruh pihak, diharapkan Kota Pasuruan dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan terbebas dari ancaman penyakit menular.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....