Ustadz Khafidz Murtaji: Rahasia Menjaga Haji Tetap Mabrur

  • 15 Mei 2026 06:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kemabruran haji tidak hanya diukur dari keberhasilan seseorang menunaikan rukun Islam kelima, tetapi juga dari perubahan sikap dan ibadah setelah kembali ke tanah air. Hal itu disampaikan Ustadz Khafidz Murtaji dalam program Tausyiah Mutiara Pagi bertema “Meraih Mabrur Haji Selamanya”.

Dalam ceramahnya, beliau memaparkan enam langkah penting agar nilai-nilai haji tetap hidup hingga akhir hayat. Menurutnya, banyak jamaah yang sangat semangat beribadah di Tanah Suci, tetapi perlahan menurun setelah kembali ke rumah.

“Ketika di Masjidil Haram kita semangat mengejar shaf terdepan, rajin tahajud, rajin tilawah, maka setelah pulang jangan sampai ibadahnya malah kendor,” ujarnya, Jumat (15/52026)

Langkah pertama menjaga kemabruran adalah mengikuti Rasulullah SAW dalam seluruh aspek kehidupan. Ia mengutip Surat Ali Imran ayat 31:

“Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.”

Menurutnya, cinta kepada Allah harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam ibadah maupun akhlak.

“Kalau ingin haji mabrur selamanya, maka setelah pulang kita harus semakin dekat dengan ajaran Rasulullah SAW,” katanya.

Langkah kedua adalah mengamankan amal ibadah dengan mengendalikan cinta dunia. Ia mengingatkan agar jamaah tidak merasa sombong atau lebih suci dibanding orang lain setelah berhaji.

“Jangan sampai ibadah haji rusak hanya karena hati masih dikuasai dunia, riya’, atau ingin dipuji manusia,” tegasnya.

Ketiga, menghadirkan ibadah yang bermakna dengan hanya mengharap ridha Allah SWT. Menurutnya, ibadah yang benar tidak bergantung pada penilaian manusia.

“Kita beribadah bukan mencari pujian manusia, tapi mencari ridha Allah SWT,” ujarnya.

Keempat adalah reposisi kehambaan. Ia menilai ibadah membutuhkan ilmu dan bimbingan agar seseorang benar-benar memahami hakikat penghambaan kepada Allah.

“Ibadah itu harus dengan ilmu. Tipis sekali bedanya amal yang diterima dan yang tidak diterima kalau tanpa ilmu,” jelasnya.

Langkah kelima ialah menjadikan sisa umur lebih berkah. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. Tirmidzi)

Sedangkan langkah terakhir adalah meraih husnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik.

“Semua perjalanan ibadah kita harus bermuara pada husnul khatimah. Itulah cita-cita seorang mukmin,” pungkasnya.

Melalui tausyiah tersebut, jamaah diajak menjadikan ibadah haji sebagai momentum membangun karakter muslim yang istiqamah, berakhlak mulia, dan membawa manfaat bagi keluarga serta masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....