Jemaah Haji Diminta Waspadai Dehidrasi akibat Suhu Ekstrem di Arab Saudi
- 12 Mei 2026 09:29 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Jemaah haji Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem di Makkah dan Madinah selama pelaksanaan ibadah haji 2026. Suhu tinggi yang diperkirakan terjadi dalam beberapa pekan ke depan dinilai berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok jemaah tertentu.
Peringatan tersebut disampaikan dokter spesialis gizi klinik, Pande Putu Agus Mahendra, yang menyoroti tiga kelompok jemaah dengan risiko kesehatan paling tinggi akibat paparan panas berlebih.
Kelompok rentan tersebut meliputi jemaah lanjut usia (lansia), penderita penyakit metabolik, serta jemaah yang memiliki riwayat gangguan saluran cerna. Kondisi fisik pada kelompok ini dinilai lebih mudah mengalami dehidrasi dan kelelahan saat beraktivitas di bawah suhu ekstrem.
Menurutnya, kekurangan cairan tubuh dapat meningkatkan beban kerja jantung dan memperberat fungsi ginjal, terutama pada jemaah dengan penyakit penyerta atau komorbid. Karena itu, jemaah diimbau lebih disiplin menjaga asupan cairan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Gejala awal dehidrasi yang perlu diwaspadai antara lain tubuh terasa lemas, sakit kepala, pandangan kabur, mual, hingga kehilangan keseimbangan atau limbung. Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius seperti heat stroke.
Jemaah lansia juga diingatkan agar tidak menunggu rasa haus untuk mulai minum air. Pada usia lanjut, sensasi haus sering kali menurun sehingga tubuh bisa mengalami dehidrasi tanpa disadari.
Untuk mencegah kekurangan cairan, jemaah disarankan mengonsumsi air secara bertahap namun rutin sepanjang hari. Selain air putih, kebutuhan cairan juga dapat dibantu dengan mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air dan makanan berkuah.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi turut mengimbau jemaah menggunakan pelindung diri seperti payung berwarna terang, topi, serta mengurangi aktivitas di bawah terik matahari secara langsung. Jemaah juga dianjurkan beristirahat secara berkala di area teduh untuk menghindari kelelahan akibat suhu panas ekstrem.
Dengan menjaga hidrasi dan membatasi paparan panas berlebihan, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman dan tetap menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....