Komisi VIII DPR RI Soroti Kecelakaan Bus Jemaah Haji Probolinggo di Madinah
- 30 Apr 2026 14:43 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo – Insiden kecelakaan bus yang menimpa rombongan jemaah haji Kabupaten Probolinggo di Madinah menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Komisi VIII DPR RI.
Berdasarkan laporan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 waktu Arab Saudi, saat bus rombongan jemaah haji Kloter 2 SUB melaju di Madinah. Insiden bermula ketika sebuah kendaraan lain tiba-tiba menyeberang atau memotong jalur bus secara mendadak. Sopir bus kemudian melakukan pengereman, namun tidak sempat berhenti sepenuhnya hingga akhirnya terjadi tabrakan.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah jemaah sempat menjalani pemeriksaan medis. Tiga jemaah dinyatakan dalam kondisi baik dan telah kembali ke hotel, sementara dua lainnya menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.
Menanggapi kejadian tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini menyampaikan keprihatinannya dan menegaskan pentingnya keselamatan jemaah dalam setiap aktivitas.
“Saya turut prihatin dan menaruh perhatian serius terhadap kejadian kecelakaan yang menimpa rombongan jamaah dalam kegiatan di luar rangkaian resmi penyelenggaraan haji 2026. Keselamatan jamaah harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas, baik yang difasilitasi pemerintah maupun kegiatan tambahan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Menurut Dini, pemerintah sejatinya telah memfasilitasi kegiatan ziarah resmi bagi jemaah, seperti ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain dan kawasan Jabal Uhud.
Namun di luar kegiatan resmi tersebut, aktivitas tambahan tetap harus dikelola dengan penuh tanggung jawab oleh penyelenggara, khususnya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), dengan memperhatikan aspek keamanan, kelayakan transportasi, serta pendampingan jemaah.
Ia menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan kehati-hatian dan pengawasan dalam setiap kegiatan jamaah, termasuk yang berada di luar rangkaian resmi, agar tetap aman dan terhindar dari risiko yang sebenarnya bisa dicegah,” katanya.
Komisi VIII DPR RI berharap seluruh pihak terkait, baik pemerintah, penyelenggara maupun pendamping jemaah, dapat memperkuat koordinasi serta memastikan standar keselamatan terpenuhi, sehingga ibadah haji dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....