Siswi 16 Tahun asal Kota Malang siap Tunaikan Haji
- 19 Apr 2026 06:52 WIB
- Malang
RRI.CO.ID – Malang: Seorang siswi asal Kota Malang mendapat kesempatan istimewa menunaikan ibadah haji di usia muda bersama keluarganya tahun ini. Hani Ariba Jahra Isma (16) dijadwalkan berangkat melalui kloter 13 bersama sang ayah, Rahadian Widikusuma (45), ibunda, Ratna Susanti (44), dan kakaknya Diara Adzra Irba Hanifa (17), menuju Tanah Suci.
Kesempatan berhaji di usia 16 tahun ini menjadi momen berharga bagi Hani yang telah dipersiapkan sejak kecil oleh keluarganya. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang tidak semua orang bisa rasakan dalam hidupnya.
“Alhamdulillah, saya senang sekali bisa berangkat haji di tahun ini bersama keluarga. Karena moment ini mungkin tidak semua orang punya kesempatan untuk bisa melaksanakan ibadah haji bersama keluarga. Jadi, saya sangat bersyukur diberikan kesempatan ini,” ujarnya, Sabtu (18/04/2026).
Ia didaftarkan oleh orang tuanya saat berusia 5 tahun. Seluruh proses administrasi, hingga persiapan keberangkatan telah dilakukan secara penuh.
Untuk memperkuat pemahaman ibadah haji, Hani bersama keluarga mengikuti bimbingan melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Nurul Ulum. Dari kegiatan tersebut, ia mempelajari tata cara ibadah, doa-doa, serta praktik pelaksanaan haji secara lebih mendalam.
“Untuk persiapan sendiri, kami sekeluarga bergabung dalam KBIH untuk menambah pengetahuan lebih tentang ibadah haji. Jadi dari sini kami lebih paham tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah haji. Rukun haji dan larangan haji. Serta doa-doa yang harus dihafalkan maupun tata cara mempraktekkannya. Untuk melatih kondisi fisik sendiri, kebetulan saya memang sering berolahraga, dan biasanya juga fitness bersama orang tua saya. Selain itu saya tergabung tim basket di sekolah, dan ada latihan rutin seminggu dua kali, itu sudah sangat membantu saya dalam melatih fisik saya,” imbuhnya.
Saat ini, Hani merupakan siswi kelas 11 di SMA Negeri 1 Malang yang tetap mendapatkan dukungan dari pihak sekolah.
“Untuk dukungan yang diberikan dari sekolah, yaitu izin serta penyesuaian jadwal ujian. sehingga saya tetap dapat menjalankan ibadah haji tanpa mengabaikan kewajiban akademik. Walaupun nanti akan berbenturan dengan jadwal ujian saya. Namun oleh pihak sekolah sudah di atur sedemikian rupa agar nantinya saya tetap bisa mengikuti ujian dan penerimaan rapot setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air,” ungkapnya.
Di balik kesiapan fisik dan mental itu, ia juga menyimpan harapan yang lebih luas. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga ingin menginspirasi teman-teman seusianya.
“Mungkin lebih giat lagi dalam beribadah, ditingkatkan semangat ibadah sholatnya, karena sholat merupakan tiang agama dan salah satu ibadah utama dalam Islam, jadi kalau mau umroh atau haji, perbaiki dulu ibadahnya, lebih rutin, kemudian mempersiapkan haji atau umroh dengan lebih mendalami agama, seperti mempelajari tata cara haji atau umroh, doa-doa yang harus dihafalkan, dan menghindari diri dari maksiat dan zina,” pesannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....