Fokus Haji 2025: Layanan Lansia dan Pendampingan Optimal
- 18 Jan 2025 13:16 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Kemenag Kota Malang memprioritaskan peningkatan layanan bagi jemaah lanjut usia (lansia) dalam penyelenggaraan haji 2025.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Subhan, menyebut evaluasi tahun lalu menunjukkan perlunya kebijakan lebih ramah lansia.
“Tahun lalu, kebijakan mashair murur diterapkan. Lansia tidak menginap di Mina, langsung diangkut ke tujuan. Ini mengurangi risiko kesehatan,” jelas Subhan, Sabtu (18/1/2025).
Pendampingan lansia juga menjadi fokus. Pemerintah mendorong agar lansia didampingi anak atau menantu, bukan pasangan yang juga lansia.
“Pendamping lebih muda lebih memahami kondisi lansia, sehingga risiko berkurang dan keamanan meningkat,” tambahnya.
Data menunjukkan kebijakan ini efektif. Tingkat kematian jemaah lansia nasional turun drastis dari 800 orang pada 2023 menjadi 300 orang pada 2024. Di Kota Malang, angka kematian lansia menurun dari 10 menjadi 1-2 orang.
Tahun ini, 44 jemaah lansia dari Kota Malang akan berangkat, didominasi usia 80-90 tahun. Lansia mencakup sekitar 11 persen dari antrean nasional yang mencapai 5 juta orang.
“Kami memprioritaskan lansia usia 80 tahun ke atas,” ujar Subhan.
Subhan berharap kebijakan dan pendampingan keluarga terus dilanjutkan agar lansia dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
“Semoga pelayanan semakin optimal, dan risiko kesehatan maupun kematian terus menurun,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....