Kota Malang Alami Deflasi Januari 2026
- 03 Feb 2026 13:46 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kota Malang mengalami deflasi pada Januari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi secara bulanan (month to month) sebesar -0,10 persen, seiring turunnya harga sejumlah komoditas pangan, khususnya hortikultura.
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifuddin mengatakan, sepanjang Januari 2026 terjadi dinamika harga yang cukup beragam. Di satu sisi, harga emas menunjukkan tren kenaikan, namun di sisi lain beberapa komoditas pangan justru mengalami penurunan harga signifikan.
“Pada Januari 2026, tren kenaikan harga emas masih berlanjut. Secara umum, harga emas relatif lebih tinggi dibandingkan Desember 2025, dan kondisi ini turut memicu perubahan harga produk turunannya seperti emas perhiasan,” katanya, Senin (3/2/2026).
BPS mencatat, penyumbang utama deflasi bulan Januari 2026 secara m-to-m berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,34 persen. Komoditas utama penyumbang deflasi adalah cabai rawit, diikuti cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah.
“Turunnya harga cabai rawit dan cabai merah disebabkan oleh meningkatnya produksi di tengah kondisi panen raya,” jelasnya.
Secara kumulatif, Kota Malang pada Januari 2026 mengalami deflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar -0,10 persen, sementara secara tahunan (year-on-year/y-on-y) masih tercatat inflasi sebesar 3,33 persen.
“Secara tahunan, inflasi di Kota Malang pada Januari 2026 dipicu oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Komoditas utama yang memberikan andil inflasi terbesar adalah tarif listrik,” ungkapnya.
Umar menambahkan, secara regional di Jawa Timur, terdapat 10 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mengalami deflasi pada Januari 2026. Deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Gresik sebesar 0,45 persen, sedangkan deflasi terendah tercatat di Kota Probolinggo sebesar 0,03 persen. Adapun Kabupaten Sumenep menjadi satu-satunya daerah yang mengalami inflasi, yakni sebesar 0,34 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....