Insiden di Mapolsek Sukorejo, Kapolres Agung Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
- 12 Agt 2026 14:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Kapolres Pasuruan AKBP Agung Harto Cahyono mengklarifikasi perihal insiden yang terjadi di sekitar Mapolsek Sukorejo pada Senin (10/8/2026) malam.
Saat ditemui Rabu (12/8/2026), Kapolres mengatakan kejadian tersebut bermula saat rombongan masyarakat yang melintas usai mengikuti kegiatan di wilayah Malang, tiba-tiba mengalami aksi saling hadang tak jauh dari Mapolsek Sukorejo.
Untuk mencegah terjadinya bentrokan yang lebih luas, personel Polres Pasuruan bersama Polsek Sukorejo melakukan langkah pengamanan dengan mengarahkan rombongan masyarakat ke area Mapolsek Sukorejo. Namun dalam perkembangannya, situasi memanas dan terjadi tindakan anarkis yang mengakibatkan kerusakan terhadap kendaraan dinas kepolisian.
“Rombongan masyarakat kami amankan dan diarahkan ke Mapolsek Sukorejo guna menghindari bentrokan. Namun dalam perkembangannya terjadi tindakan anarkis dari kelompok massa," katanya.
Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologis secara lengkap, mengumpulkan alat bukti serta mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Menurut Agung, fokus utama petugas saat itu adalah melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.
“Polres Pasuruan akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Diketahui, akibat insiden tersebut, satu unit kendaraan patroli Polsek Sukorejo mengalami pembakaran dan dua kendaraan dinas lainnya mengalami kerusakan. Seluruh kendaraan yang rusak telah dievakuasi untuk kepentingan penyelidikan dan perbaikan.
Kapolres menegaskan bahwa bangunan Mapolsek Sukorejo bukan menjadi sasaran utama, melainkan lokasi pengamanan masyarakat yang dilakukan oleh petugas guna mencegah bentrokan antar kelompok.
Ia mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum.
"Kami harapkan siapa saja untuk tidak gampang terprovokasi oleh info dari siapapun yang bisa saja hoax atau belum tentu benar adanya," harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....