Protes Kematian Warga Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Massa Datangi Mapolsek Beji

  • 04 Agt 2026 17:13 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Kantor Kepolisian Sektor (Mapolsek) Beji, didatangi massa, Selasa 4 Agustus 2026 siang. Puluhan warga mendatangi Polsek Beji lantaran tak terima atas meninggalnya Widi Nurcahyono, salah seorang warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah oknum anggota polisi saat proses penangkapan pelaku tuduhan judi online.

Pantauan di lokasi, massa memadati halaman depan Mapolsek Beji sambil membawakan bendera kematian usai prosesi pemakaman korban.

Mereka menuntut transparansi serta keadilan atas kematian Widi Nurcahyono. Lukman, adik korban mendesak kepolisian untuk segera memberikan penjelasan yang jujur dan menindak tegas oknum yang terlibat.

"Gak usah bertele-tele, yang kami butuhkan adalah jawaban benar dan jujur. Ini urusan nyawa seseorang," teriak Lukman.

Peristiwa tragis ini bermula pada Senin 3 Agustus 2026 sore. Saat itu, korban sedang berada di tempat kerjanya, tepatnya di sebuah kios layanan pembayaran tagihan listrik dan PDAM di Desa Gunung Gangsir.

Ketika sedang menunggu pelanggan di depan komputer, korban mendadak didatangi oleh petugas.

Kedatangan petugas kepolisian tersebut didasari atas laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas judi online. Namun, situasi di lokasi mendadak memanas saat interogasi berlangsung.

Menurut Lukman, korban membantah keras tuduhan judi online tersebut. Diduga karena emosi atas penyangkalan korban, oknum petugas lepas kontrol hingga melakukan tindak kekerasan fisik.

"Korban saat itu sedang bekerja menunggu pelanggan. Tiba-tiba didatangi petugas Polsek Beji. Diduga karena korban tidak mengakui tuduhan main judi online, oknum polisi itu lepas kontrol dan melakukan penganiayaan," ungkapnya.

Korban sempat dievakuasi ke puskesmas terdekat dalam kondisi kritis. Namun, tim medis menyatakan nyawa korban tidak tertolong.

Jenazah korban kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara untuk menjalani otopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya.

Menanggapi kedatangan warga yang memadati Mapolsek, Kapolsek Beji Kompol Akhmad Sukiyanto bersama jajarannya langsung menemui massa di halaman mako.

Di hadapan warga, Kapolsek menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menyatakan siap bertanggung jawab secara institusional.

"Saya memohon kepada Bapak-bapak untuk bersabar dan memberikan maaf yang sebesar-besarnya, baik kepada saya pribadi maupun anggota yang melaksanakan tugas," kata Kapolsek Beji Kompol Sukiyanto di hadapan warga.

Ia menegaskan bahwa seluruh tindakan dan dokumen pemeriksaan terkait penanganan kasus ini tengah didalami oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam).

"Apapun itu, saya selaku Kapolsek akan diperiksa oleh Propam karena saya penanggung jawab di wilayah ini. Prosedur hukum dan pemeriksaan internal tetap berjalan," tegasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....