Waspada Penipuan Digital Bermodus File APK Menjelang Lebaran

  • 16 Mar 2026 14:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu – Menjelang periode libur Lebaran, saat intensitas komunikasi dan transaksi digital meningkat, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap modus penipuan yang menyasar nasabah perbankan. Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah pengiriman file berformat .APK melalui pesan singkat.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan nasabah agar berhati-hati terhadap file yang berasal dari sumber tidak dikenal. Dalam praktiknya, pelaku kerap mengirim pesan WhatsApp yang mengaku dari instansi tertentu dengan menyertakan lampiran file .APK, seperti undangan digital, surat layanan perpajakan, resi pengiriman paket, atau dokumen lain yang dikemas seolah-olah informasi penting dan mendesak.

Ketika korban mengunduh dan menginstal file tersebut, program berbahaya (malware) dapat masuk ke perangkat. Malware itu dirancang untuk mencuri data, merusak sistem, hingga mengambil alih kendali perangkat tanpa sepengetahuan pengguna. Aplikasi .APK dari sumber tidak tepercaya juga dapat meminta izin akses tertentu yang kemudian dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna dan menyalahgunakan akses ke layanan keuangan yang tersimpan di perangkat.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang sehingga diperlukan kewaspadaan bersama. Pihaknya secara berkelanjutan menyempurnakan sistem keamanan layanan digital agar adaptif terhadap dinamika ancaman.

"Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten," ujarnya.

BRI mengimbau nasabah untuk tidak mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber tidak tepercaya. Nasabah juga diminta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan mencurigakan kepada pihak lain. Jika menerima pesan yang tampak janggal, misalnya bernada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau verifikasi data, atau menyertakan lampiran file dari nomor tidak dikenal meskipun mengatasnamakan bank atau layanan penting, nasabah diminta memastikan kebenaran pengirim dan melakukan verifikasi sebelum bertindak lebih lanjut.

Pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) juga dianjurkan untuk menambah perlindungan pada akses layanan digital.

Apabila nasabah terlanjur mengunduh atau menginstal file .APK mencurigakan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian menghapus aplikasi yang terpasang. Selanjutnya, nasabah segera mengubah nama pengguna (username), PIN, dan kata sandi (password) akun BRImo maupun akun email yang terhubung.

Untuk memastikan perangkat bersih dari potensi kendali pihak tidak dikenal, nasabah dapat melakukan pengaturan ulang pabrik (reset pabrik) melalui pengaturan perangkat. Jika pesan terindikasi penipuan, nasabah perlu memblokir nomor pengirim dan segera menghubungi Contact BRI 1500017 apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

"BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal. Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman," pungkas Saladin.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....