Peredaran Narkoba Malang Kian Kompleks dan Masif

  • 03 Mar 2026 09:30 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Satuan Reserse Narkoba Polresta Malang Kota memotret dinamika peredaran narkotika di awal 2026 masih menunjukkan pergerakan yang fluktuatif namun cenderung masif dari sisi kuantitas barang bukti. Kasatresnarkoba Kompol Daky Dzul Qornain, S.H., M.H., dalam dialog Malang Menyapa di Pro 1 RRI Malang menjelaskan bahwa sepanjang Januari 2026 pihaknya mengungkap 31 kasus dengan barang bukti 15 kilogram ganja, 361 gram sabu, serta sejumlah pil ekstasi yang tersebar di beberapa wilayah Kota Malang.

Memasuki Februari 2026, jumlah kasus memang menurun menjadi 17 perkara, namun secara kuantitas justru terjadi peningkatan signifikan pada barang bukti, terutama sabu yang mencapai sekitar 1,3 kilogram, ganja 550 gram, serta 265 butir ekstasi. “Secara angka kasus memang turun, tetapi dari sisi kualitas dan kuantitas barang bukti justru meningkat, dan penyebarannya merata dengan wilayah tertinggi di Kedungkandang, Blimbing, dan Sukun,” jelasnya, Selasa (3/3/2026).

Daky menambahkan, dari 17 kasus tersebut terdapat dua perkara yang dikategorikan menonjol karena nilai barang bukti dan kualitas jaringan yang terungkap. Salah satunya melibatkan hampir satu kilogram sabu dengan jaringan yang mengarah hingga Jawa Barat serta indikasi pengembangan ke dalam lembaga pemasyarakatan. “Ini bukan sekadar soal berat barang bukti, tetapi bagaimana jaringan ini sudah terpetakan dan mengarah lintas provinsi, sehingga perlu analisa mendalam untuk pengembangannya,” ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan tren tahun 2025, ia menyebut secara keseluruhan kuantitas dan kualitas pengungkapan cukup tinggi, yakni sekitar 3,3 kilogram sabu, 31 kilogram ganja, dan 2.400 butir ekstasi selama setahun. Menurutnya, angka tersebut menjadi indikator bahwa Kota Malang masih menjadi pasar potensial yang dibidik jaringan luar daerah.

“Kalau yang berhasil kami ungkap saja sudah sebesar itu, bisa diasumsikan peredaran riil di lapangan jauh lebih besar. Ini butuh komitmen bersama, bukan hanya aparat, tetapi kampus, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....