Pencurian Koper Wisatawan Thailand di Bromo karena Faktor Ekonomi
- 25 Feb 2026 12:02 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Probolinggo - Kepolisian Resor Probolinggo mengungkap kasus pencurian tujuh koper milik wisatawan asal Thailand di kawasan Gunung Bromo. Tiga orang tersangka telah diamankan dan saat ini menjalani proses hukum. Pencurian dilatarbelakangi persoalan ekonomi.
Kapolres Probolinggo, M Wahyudin Latif mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan mendalam sebelum akhirnya menangkap para pelaku.
“Terakhir kami sudah melaksanakan proses penyelidikan dan menangkap tiga tersangka. AR sebagai eksekutor, kemudian ES dan AF yang merupakan pasangan suami istri sekaligus perencana tindak pidana tersebut. Semuanya warga Kota Probolinggo,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa, Rabu, 25 Februari 2026.
Kapolres menjelaskan, motif pencurian dilatarbelakangi persoalan ekonomi. ES yang menjadi otak perencanaan diketahui terlilit utang arisan dan mendesak AR yang merupakan stafnya untuk melakukan pencurian. AR sendiri disebut sebagai residivis yang sebelumnya pernah terlibat kasus serupa.
“AR berusia 33 tahun dan ini merupakan kali kedua ia melakukan tindak pidana serupa. Sementara ES selaku bos berusia 44 tahun. Motor milik AR juga sempat digadaikan oleh ES. Mereka sama-sama pelaku jasa wisata di kawasan Bromo,” jelasnya.
Kapolres menambahkan, kerawanan tindak kriminal di kawasan wisata salah satunya dipicu oleh praktik parkir liar di sejumlah titik yang tidak terpantau sistem keamanan resmi.
“Di Bromo sudah ada parkir resmi. Namun parkir liar biasanya berada di titik blind spot, tidak terdata tiketnya, petugasnya tidak jelas, serta belum terafiliasi dengan sistem CCTV dan keamanan. Ini yang membuatnya rentan terhadap tindak kriminal,” katanya.
Pihak kepolisian berharap adanya integrasi antara pelaku jasa wisata dengan aparat keamanan agar tercipta sistem pengawasan yang lebih terkoordinasi. Para pelaku jasa wisata diharapkan dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Terkait pengamanan kawasan, Kapolres menyebut wilayah Gunung Bromo berada di bawah kewenangan TNBTS. Pihaknya telah berkoordinasi untuk penambahan pos jaga di pintu masuk kawasan, meski hingga kini belum terealisasi.
“Kami berharap ada penambahan personel di pintu masuk agar pengawasan lebih optimal. Ke depan, kami akan mengoptimalkan peran Polsek Sukapura bersama Forkopimcam dan pemerintah desa untuk membentuk sistem keamanan pam swakarsa, sehingga masyarakat turut menjaga keamanan Bromo,” ucapnya.
Polres Probolinggo memastikan komitmennya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh wisatawan di kawasan Gunung Bromo, sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa. (Annisa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....