Jangan Bela Kesalahan Anak, Ajarkan Konsekuensinya

  • 24 Agt 2026 09:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Orang tua diminta tidak membela kesalahan anak dengan alasan melindungi atau menyayangi, karena sikap tersebut dapat menghambat tumbuhnya tanggung jawab dan kejujuran sejak usia dini. Anak tetap harus dilindungi ketika melakukan kesalahan, tetapi bukan berarti kesalahan yang dilakukan ikut dibenarkan atau ditutupi.

“Anak tetap harus dibela dan dilindungi, tetapi bukan kesalahannya yang dibela dan dilindungi. Jadi ketika anak melakukan kesalahan, orang tua sebaiknya membantu anak memahami perbuatannya, berani mengakui kesalahan, serta memperbaikinya. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan memojokkan, mengintimidasi, atau memberikan hukuman yang tidak sesuai,” kata Abyz Wigati, S.Psi - Konselor Anak dan Keluarga di Harum Family Centre, Sabtu (22/08/2026)..

Orang tua juga perlu memberikan ruang aman bagi anak untuk berkata jujur. Jika kejujuran justru dibalas dengan kemarahan, anak dapat belajar bahwa berbohong merupakan cara untuk menghindari masalah dan melindungi dirinya.

“Ketika anak berani jujur dan mengakui kesalahan, sikap jujurnya yang perlu diapresiasi, sementara kesalahannya tetap harus dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Konsep yang tepat bagi anak adalah konsekuensi yang berkaitan dengan kesalahan, bukan sekadar hukuman. Melalui konsekuensi yang sesuai, anak belajar memahami hubungan antara tindakan, akibat, dan tanggung jawab.

“Membebaskan anak dari setiap konsekuensi justru dapat membuat anak merasa aman melakukan kesalahan karena mengetahui orang tua akan selalu melindunginya. Kondisi ini berisiko membentuk kebiasaan tidak bertanggung jawab ketika anak tumbuh dewasa,” imbuhnya.

Orang tua juga diingatkan tidak memberikan contoh kebohongan kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti memberikan alasan palsu ketika anak tidak masuk sekolah. Kebiasaan tersebut dapat membuat anak memahami bahwa berbohong merupakan cara yang dapat digunakan ketika ingin mendapatkan kenyamanan.

“Keberanian mengatakan tidak terhadap ajakan berbuat curang merupakan bagian dari karakter jujur yang perlu terus diperkuat. Dengan membedakan antara melindungi anak dan melindungi kesalahan, nilai integritas dapat tumbuh menjadi karakter yang dibawa hingga dewasa,” pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....