Jangan Lindungi Kesalahan Anak, Ajarkan Tanggung Jawab

  • 14 Agt 2026 21:11 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Orang tua perlu membedakan perlindungan terhadap anak dengan pembelaan terhadap kesalahan yang dilakukan anak dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga. Anak tetap membutuhkan perlindungan ketika melakukan kesalahan, tetapi perbuatannya harus diakui sebagai sesuatu yang keliru dan diperbaiki secara bertanggung jawab.

Abyz Wigati , Konselor Anak dan Keluarga di Harum Family Centre kepada RRI mengatakan ketika anak melakukan kesalahan, orang tua sebaiknya tidak memojokkan, melainkan membantu anak berani mengakui perbuatannya terbuka dan jujur tanpa takut.

"Keberanian mengakui kesalahan perlu diapresiasi, sementara kesalahan tetap harus diperbaiki dan konsekuensinya dipertanggungjawabkan oleh anak dengan pendampingan orang tua bertahap,” ujarnya dalam dialog SANKSI - Siaran Anti Korupsi, Jum’at (14/08/2026).

Anak juga perlu mengetahui bahwa orang tua tetap melindungi dirinya, namun tidak membenarkan perbuatan salah yang telah dilakukan oleh anak. Konsekuensi membantu anak memahami hubungan antara tindakan dan akibat, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keputusan mereka sendiri secara konsisten.

Menurutnya ketika kesalahan selalu dibela, anak berisiko belajar bahwa perlindungan orang tua membuat aman melakukan apa saja tanpa tanggung jawab. Pendekatan terhadap anak sebaiknya menggunakan konsekuensi, bukan hukuman, karena kemampuan berpikir anak masih berkembang menuju kematangan bertahap.

"Konsekuensi harus berkaitan dengan kesalahan agar anak memahami pembelajaran, sementara apresiasi terhadap kejujuran menjadi fondasi penting pendidikan integritas sejak dini,” imbuhnya.

Kejujuran juga perlu mendapat ruang aman agar anak berani mengakui kesalahan tanpa takut dimarahi, diintimidasi, atau kehilangan kasih sayang orang tua. Ketika anak berkata jujur, orang tua perlu mengapresiasi keberaniannya, sementara kesalahan tetap harus diperbaiki melalui konsekuensi yang sesuai dan mendidik.

“Dengan demikian, saat anak berkata jujur tidak membuat kasih sayang orang tua berkurang atau berubah terhadap dirinya ketika melakukan kesalahan. Sebaliknya, kemarahan berlebihan dapat membuat anak menganggap kebohongan sebagai cara melindungi diri dari konsekuensi yang dirasakan tidak menyenangkan bagi dirinya,” ungkapnya.

Karena itu, orang tua perlu membantu anak memahami bahwa jujur adalah sikap yang aman, baik, dan penting untuk kehidupannya kelak. Dengan membedakan perlindungan terhadap anak dan pembelaan terhadap kesalahan, orang tua dapat menanamkan tanggung jawab sekaligus integritas sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....