"Nyontek" Bisa Jadi Bibit Korupsi, Ini Pesan Miss Jawa Timur 2024 untuk Anak Muda

  • 20 Jul 2026 17:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari pembentukan karakter sejak dini. Pesan itu disampaikan Nadia Sheren Maulina, S.IP., PIM Kota Malang sekaligus Miss Jawa Timur 2024, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif SPADA Anti Korupsi Pro 2 RRI Malang bertajuk "Membangun Generasi Berintegritas: Peran Anak Muda dalam Mencegah Korupsi".

Nadia menekankan bahwa perilaku koruptif sering kali berawal dari kebiasaan kecil yang dianggap lumrah. Menurutnya, tindakan seperti mencontek saat ujian, menyalin tugas teman, tidak disiplin, hingga mengabaikan tanggung jawab merupakan bentuk-bentuk awal yang dapat mengikis nilai kejujuran.

"Budaya korupsi itu tanpa kita sadari tumbuh di lingkungan kita sehari-hari. Mulai dari sekolah ketika kita memilih mencontek atau menyalin tugas teman. Dari situ nilai kejujuran mulai terkikis," ujar Nadia, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah pola pikir yang lebih mengutamakan hasil dibandingkan proses. Keinginan memperoleh pencapaian secara instan, menurutnya, berpotensi membuat seseorang menghalalkan berbagai cara tanpa mempertimbangkan nilai integritas.

Sebagai Miss Jawa Timur 2024 yang aktif bertemu dengan anak muda dari berbagai daerah, Nadia juga menyoroti fenomena generasi muda yang lebih fokus membangun citra di media sosial dibandingkan membangun karakter. Padahal, karakter yang kuat akan tercermin secara alami dalam setiap tindakan, prestasi, maupun karya yang dihasilkan.

Menurutnya, pengalaman mengikuti berbagai kegiatan kepemudaan dan organisasi menjadi salah satu media terbaik untuk menanamkan integritas. Rasa tanggung jawab, disiplin, serta kebanggaan membawa nama daerah dinilai mampu membentuk pribadi yang jujur dan dapat dipercaya.

Nadia mengakui bahwa mempertahankan kejujuran di lingkungan yang belum mendukung bukan perkara mudah. Namun, ia mengajak generasi muda untuk tetap konsisten memegang prinsip karena lingkungan yang positif akan terbentuk ketika individu-individu berintegritas saling mendukung.

Ia menambahkan bahwa fondasi utama dalam membangun integritas adalah kejujuran. Dari sikap jujur akan tumbuh nilai-nilai lain seperti disiplin, tanggung jawab, keadilan, serta keberanian untuk menolak segala bentuk penyimpangan.

Menutup dialog, Nadia mengingatkan bahwa perjuangan melawan korupsi tidak harus dimulai ketika seseorang memiliki jabatan atau kekuasaan. Perubahan besar justru lahir dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

"Korupsi bukan hanya soal hukum atau jabatan, tetapi persoalan karakter. Perjuangan melawan korupsi dimulai dari keberanian kita untuk jujur dalam keseharian," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....