Krisan Tak Sekadar Hiasan, Sarat Makna dan Filosofi Kehidupan
- 05 Okt 2026 16:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Bunga krisan atau yang dikenal pula sebagai bunga seruni menjadi salah satu tanaman hias yang banyak dijumpai dalam berbagai rangkaian bunga maupun dekorasi. Tidak hanya menawarkan beragam warna, mulai dari putih, kuning, merah, hingga ungu, krisan juga memiliki sejarah panjang serta filosofi yang membuatnya lebih dari sekadar bunga penghias ruangan.
Berasal dari kawasan Asia, krisan dalam berbagai kebudayaan kerap dikaitkan dengan kehidupan, penghormatan, kebahagiaan, hingga harapan akan umur panjang. Makna tersebut turut membuat krisan memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat yang menjadikannya bagian dari tradisi maupun keseharian.
Bagi para pencinta bunga, daya tarik krisan tidak hanya terletak pada bentuk dan warnanya. Karakter bunga yang mampu menghadirkan kesan berbeda ketika dijadikan bunga potong maupun ditanam sebagai tanaman hias membuat krisan tetap diminati.
Salah seorang penyuka bunga, Ayu, mengatakan ketertarikannya terhadap krisan muncul dari keindahan sederhana yang ditampilkan bunga tersebut. Ia mengaku sudah menyukai bunga sejak kecil dan krisan menjadi salah satu jenis yang hingga kini masih menarik perhatiannya.
“Dari kecil memang sudah suka bunga. Kalau krisan, saya paling suka yang warna ungu. Menurut saya, warna ungu memberikan kesan tenang dan tidak terlalu mencolok. Apalagi ketika bunganya sedang mekar, suasananya terasa lebih sejuk,” ujar Ayu, Minggu (4/10/2036).
Menurut Ayu, ketertarikan seseorang terhadap bunga tidak selalu berkaitan dengan alasan yang kompleks. Keberadaan bunga di lingkungan rumah, kata dia, dapat memberikan perubahan suasana sekaligus menghadirkan rasa nyaman bagi orang yang melihatnya.
“Kadang memang sesederhana merasa senang ketika melihatnya. Ada bunga di rumah itu seperti memberikan suasana yang berbeda. Kalau krisan ungu, saya merasa warnanya lebih lembut sehingga enak dipandang dan tidak membuat ruangan terasa terlalu ramai,” katanya.
Selain dimanfaatkan sebagai tanaman hias, krisan juga memiliki sejumlah kegunaan lain. Di beberapa negara Asia, jenis krisan tertentu dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan teh bunga. Sejumlah varietas juga digunakan sebagai bahan pangan dalam olahan tertentu.
Di Indonesia, krisan menjadi salah satu komoditas florikultura yang cukup banyak dibudidayakan. Bunga tersebut memiliki nilai ekonomi karena dipasarkan sebagai bunga potong maupun tanaman hias. Pemanfaatannya juga cukup luas, mulai dari dekorasi rumah, acara tertentu, hingga berbagai kebutuhan rangkaian bunga.
Keberadaan krisan sebagai komoditas florikultura sekaligus tanaman hias menunjukkan bahwa bunga ini memiliki nilai yang tidak hanya bersifat estetis. Bentuk, warna, daya tahan, serta keragaman varietas menjadi sejumlah faktor yang membuatnya tetap memiliki daya tarik di tengah banyaknya pilihan tanaman hias.
“Menurut saya, krisan menarik karena satu jenis bunga saja bisa memberikan kesan yang berbeda-beda. Warna dan bentuknya bisa disesuaikan dengan suasana yang ingin ditampilkan. Jadi, bukan hanya indah, tetapi juga punya karakter,” ujar Ayu.
Filosofi yang melekat pada krisan turut memperkuat posisi bunga tersebut dalam kehidupan masyarakat. Sejarah panjangnya di kawasan Asia membuat krisan dekat dengan berbagai tradisi dan simbol yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
Bagi sebagian orang, krisan mungkin hanya dipandang sebagai bunga yang ditempatkan di dalam vas. Namun, bagi pencintanya, setiap warna dan mekarnya bunga dapat menghadirkan cerita serta perasaan tersendiri. Keindahan krisan pada akhirnya bukan hanya terletak pada apa yang terlihat, tetapi juga pada makna yang tumbuh di baliknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....