Airsoft Bukan Senjata Api, Ini Penjelasan Komunitas APS Malang
- 28 Agt 2026 14:36 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Komunitas APS Airsoft Team Malang bersama Jatim Softer menegaskan bahwa olahraga airsoft merupakan aktivitas rekreasi dan ketangkasan yang aman serta berbeda dengan senjata api maupun airgun. Penegasan tersebut disampaikan dalam program OBRAS (Obrolan Seputar Komunitas) RRI PRO 1 Malang yang disiarkan pada Jumat (21/8/2026).
Ketua APS Airsoft Team Malang, Kukuh Hilmawan Putra, menjelaskan bahwa airsoft merupakan olahraga ketangkasan berbasis rekreasi yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). Menurutnya, airsoft lebih dekat dengan konsep paintball, namun menggunakan replika yang menyerupai senjata api sehingga sering disalahpahami masyarakat.
"Airsoft itu olahraga ketangkasan yang cenderung ekstrem dan menjadi alternatif rekreasi. Mirip paintball, tetapi dengan replika yang lebih realistis," ujarnya.
Komunitas APS Airsoft Team sendiri telah berdiri sekitar lima tahun pascapandemi COVID-19 dan saat ini memiliki lebih dari 300 anggota, dengan sekitar separuhnya aktif mengikuti kegiatan permainan dan latihan rutin.

Kukuh mengungkapkan salah satu tantangan terbesar komunitas airsoft adalah meluruskan persepsi publik yang kerap menyamakan airsoft dengan airgun atau senjata api. Ia menjelaskan bahwa airsoft menggunakan peluru plastik berbentuk BB dan telah diatur dalam regulasi terkait replika senjata api.
Menurutnya, airsoft dirancang untuk olahraga ketangkasan dan tidak ditujukan untuk melukai orang. Dalam praktiknya, seluruh unit yang digunakan juga harus memenuhi batas kecepatan tertentu serta mengikuti standar keselamatan yang ketat.
Selain itu, komunitas menerapkan berbagai prosedur keamanan sebelum kegiatan berlangsung. Area permainan harus steril dari masyarakat umum, seluruh perlengkapan diuji terlebih dahulu, serta setiap kegiatan dilengkapi perizinan dan surat jalan apabila anggota membawa unit ke lokasi permainan.
Anggota APS Airsoft Team, Setya Budi Utama, mengatakan daya tarik airsoft bukan hanya pada aspek permainan, tetapi juga sportivitas yang diterapkan. Menurutnya, pemain yang tidak jujur atau melanggar aturan dapat dikenai sanksi hingga tidak diperbolehkan mengikuti permainan.
"Kalau ketembak harus mengaku. Kita mengutamakan kejujuran karena tujuan utamanya adalah have fun dan sportivitas," katanya.
Sementara itu, anggota baru APS Airsoft Team, Arayan, mengaku bergabung dengan komunitas tersebut setelah mendapat rekomendasi dari teman. Ia menilai airsoft menjadi sarana yang efektif untuk memperluas pergaulan dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi.
"Awalnya saya cukup introvert, tetapi setelah bergabung ternyata seru, bisa mendapatkan banyak teman dan pengalaman baru," ujarnya.
Komunitas APS Airsoft Team juga menegaskan bahwa airsoft tidak harus menjadi hobi mahal. Pemula dapat mencoba bermain dengan biaya terjangkau melalui sistem penyewaan unit dan perlengkapan yang tersedia di lapangan. Peralatan wajib yang harus dimiliki pemain hanyalah kacamata pelindung, sepatu yang aman, dan perlengkapan dasar lainnya.
Menutup perbincangan, Kukuh mengajak masyarakat yang tertarik untuk tidak ragu mencari informasi dan bergabung dengan komunitas airsoft yang memiliki aturan jelas serta mengutamakan keselamatan.
Ia berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa airsoft merupakan olahraga rekreasi yang mengedepankan kebersamaan, sportivitas, dan aktivitas positif, bukan sarana untuk menimbulkan kekerasan atau intimidasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....