Dudukbaca Rayakan Tiga Tahun dengan Konsep Open House
- 23 Jun 2026 06:53 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Komunitas Dudukbaca merayakan hari jadinya yang ketiga dengan mengusung konsep open house yang melibatkan berbagai komunitas literasi di Kota Malang. Perayaan tersebut menjadi ajang kolaborasi antarpegiat literasi sekaligus ruang berkumpul bagi para pecinta buku atau bacawan.
Ketua Komunitas Dudukbaca, Muhammad Eko Aditya, mengatakan tema perayaan tahun ini berbeda dibandingkan dua tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan lebih sederhana dan berfokus pada internal komunitas, kali ini Dudukbaca membuka ruang yang lebih luas untuk berbagai komunitas literasi.
“Kalau sekarang kita lebih luas lagi. Jadi kita temanya open house. Jadi kita tahu yang bergerak di literasi di Kota Malang nggak cuma Dudukbaca,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Eko, konsep open house dipilih sebagai bentuk apresiasi terhadap ekosistem literasi yang selama ini turut mendukung perjalanan Dudukbaca. Berbagai komunitas dan kolaborator diundang untuk tampil dan berbagi karya dalam perayaan tersebut.
Sejumlah penampilan turut memeriahkan kegiatan, mulai dari musikalisasi puisi, pembacaan karya sastra, storytelling, hingga berbagai aktivitas literasi lainnya. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk mempertemukan komunitas-komunitas yang memiliki perhatian terhadap dunia literasi.
Eko menjelaskan salah satu hal yang paling istimewa dalam perayaan tahun ini adalah keterlibatan komunitas lain sebagai pengisi acara. Dudukbaca juga menyediakan panggung bagi pegiat literasi untuk menampilkan karya dan aktivitas mereka kepada masyarakat.
“Yang spesial dari yang ketiga ini lebih kepada open house dan kolaborasinya. Kita menyediakan panggung buat teman-teman pegiat literasi di Kota Malang yang lain untuk tampil juga,” terangnya.
Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum refleksi bagi Dudukbaca yang telah memasuki usia tiga tahun. Eko menilai periode tersebut merupakan fase penting bagi keberlangsungan sebuah komunitas.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga keberlanjutan komunitas agar tetap berkembang meskipun terjadi pergantian pengurus maupun relawan. Karena itu, Dudukbaca berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak yang selama ini mendukung gerakan literasi.
“Dudukbaca itu nggak berdiri sendiri. Dudukbaca itu satu ekosistem. Nggak cuma bacawan yang menopang, tapi juga komunitas literasi, penerbit, toko buku, hingga para penulis yang aktif menghidupkan literasi di Kota Malang,” jelas Eko.
Melalui perayaan tiga tahun ini, Dudukbaca berharap dapat terus tumbuh bersama komunitas literasi lainnya. Kolaborasi yang semakin kuat diharapkan mampu menjaga semangat literasi serta memperluas dampak positif bagi masyarakat Malang Raya di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....