Aquarium, Bukan Sekadar Dekorasi Rumah

  • 08 Mei 2026 11:06 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Tren memelihara ikan hias dan aquarium sebagai dekorasi rumah semakin diminati masyarakat. Namun di balik tampilannya yang estetik, aquarium sebenarnya merupakan sebuah ekosistem hidup yang membutuhkan sistem dan perawatan yang tepat.

Hal tersebut disampaikan owner Perairan Stabil, Juang Stabil, saat talkshow bersama Pro 2 RRI Malang, Rabu (6/5/2026). Menurutnya, masih banyak masyarakat yang hanya melihat aquarium dari sisi visual tanpa memahami pentingnya sistem di dalamnya.

“Banyak orang cuma mikir ikan warna-warni dan aquariumnya bagus. Padahal yang paling penting itu sistemnya harus proper,” ujar Juang.

Ia menjelaskan, aquarium bukan sekadar wadah air yang diisi ikan dan dekorasi, melainkan sebuah sistem hidup yang harus berjalan seimbang agar ikan dapat hidup sehat dalam jangka panjang. Menurut Juang, setiap jenis ikan memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga sistem aquarium juga harus disesuaikan. Mulai dari ukuran tank, filtrasi, aliran air, hingga sirkulasi oksigen tidak bisa dibuat secara asal.

“Kalau pelihara arwana tentu beda dengan glowfish. Jalur pipa, filter, sampai flow airnya harus disesuaikan dengan kebutuhan ikannya,” jelasnya.

Ia mengatakan, kesalahan paling umum yang sering dilakukan pemula adalah terlalu fokus pada tampilan aquarium, namun mengabaikan kualitas sistem filtrasi dan kestabilan air. Padahal, kualitas air menjadi faktor utama yang menentukan kesehatan ikan.

“Ikan itu bisa hidup sehat kalau kualitas airnya bagus. Ada proses nitrifikasi yang harus berjalan supaya ekosistemnya stabil,” tambah Juang.

Proses nitrifikasi sendiri merupakan proses biologis yang membantu mengurai zat beracun dari sisa pakan dan kotoran ikan menjadi senyawa yang lebih aman bagi ekosistem aquarium. Karena itu, sistem filter memegang peranan penting dan tidak bisa dianggap hanya sebagai pelengkap.

Menurut Juang, kapasitas filter ideal minimal sekitar 30 persen dari ukuran aquarium agar proses penyaringan berjalan optimal.

“Kalau filternya terlalu kecil, air cepat kotor dan ikan gampang stres,” katanya.

Selain kapasitas filter, pemilihan media filtrasi juga harus diperhatikan. Ia menjelaskan bahwa media biologis, mekanis, dan kimia memiliki fungsi berbeda dan harus digunakan secara seimbang.

“Kadang orang asal beli murah tanpa ngerti fungsinya. Padahal media filter itu penting untuk menjaga kualitas air dan kesehatan ikan,” ujarnya.

Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan awal Perairan Stabil yang bermula dari hobi memelihara ikan predator pada tahun 2022. Dari proses trial and error, Juang dan tim akhirnya mengembangkan berbagai konsep sistem aquarium seperti “Manual Smart System” hingga “Hidden Waterflow System” yang mengutamakan keamanan, efisiensi, dan estetika.

Kini, Perairan Stabil berkembang menjadi tim build and setup aquarium profesional yang menangani berbagai jenis aquarium mulai dari predator tank, aquascape, discus, reef tank, hingga kolam koi.

Melalui edukasi yang terus dilakukan, Juang berharap masyarakat semakin memahami bahwa memelihara aquarium bukan sekadar mengikuti tren dekorasi rumah, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab dan pengetahuan agar ekosistem di dalamnya tetap sehat dan stabil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....