Apa Itu Depresi yang Tidak Responsif Terhadap Pengobatan
- 26 Mar 2026 11:38 WIB
- Malang
RRI.CO. ID – Depresi yang resistensi terhadap pengobatan atau depresi tahan terapi (TRD) muncul ketika individu tidak mengalami perbaikan setelah melakukan pengobatan dengan sekurang-kurangnya dua jenis antidepresan yang berbeda dalam dosis dan waktu yang sesuai.
Keadaan ini bukanlah sekadar depresi yang butuh waktu lama untuk sembuh, tetapi benar-benar tidak memberikan reaksi terhadap pengobatan yang umum. Sebelum seorang dokter menentukan diagnosis TRD, mereka wajib memastikan bahwa diagnosis depresi itu akurat, pasien mengikuti aturan pengobatan, dosis yang diberikan memadai, dan tidak ada keadaan lain—seperti bipolar, masalah metabolik, atau kekurangan nutrisi—yang malah memperburuk gejala.
Beberapa hipotesis penyebab TRD meliputi kesalahan dalam diagnosis, faktor genetik yang mempengaruhi cara tubuh memroses obat, serta isu metabolisme nutrisi seperti rendahnya kadar folat dalam cairan otak.
Meskipun terasa pelik, TRD bisa diatasi melalui berbagai strategi, seperti mengubah jenis antidepresan, memadukan dua jenis obat, atau menambahkan obat tambahan seperti lithium, antipsikotik, atau suplemen tertentu seperti folat dan omega-3.
Psikoterapi—terutama terapi kognitif perilaku (CBT)—sering kali memberikan tambahan manfaat, terutama jika digabungkan dengan medikasi. Jika metode pengobatan yang umum tidak membuahkan hasil, prosedur seperti stimulasi saraf vagus atau terapi elektroconvulsif (ECT) bisa menjadi alternatif.
Penelitian mengenai penggunaan stimulan seperti modafinil atau methylphenidate masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten, meskipun beberapa individu melaporkan perbaikan dalam gejala seperti rasa lelah. Secara keseluruhan, meski memerlukan waktu dan penyesuaian, banyak individu yang mengalami TRD dapat menemukan rencana pengobatan yang efektif dengan dukungan medis yang tepat. (Dito Fontana)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....