Kolaborasi AI dan Ekraf Tampil di MFW 2025
- 06 Nov 2025 20:07 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Malang Fashion Week (MFW) 2025 menghadirkan wajah baru dunia fesyen dengan sentuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi. Kolaborasi antara Bank Indonesia (BI) Malang dan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Malang Chapter ini menegaskan arah baru industri kreatif menuju ekonomi berkelanjutan dan berdaya saing global.
Kepala Perwakilan wilayah BI Malang, Febrina mengatakan, tema MFW tahun ini sangat relevan dengan transformasi ekonomi kreatif yang tengah digalakkan Bank Indonesia.
“Kami diberikan kesempatan bersinergi kembali bersama IFC Malang untuk menyelenggarakan acara yang sangat prestisius. Temanya kekinian dan sejalan dengan program BI dalam mendorong ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, penerapan AI dan teknologi digital di dunia fesyen tidak hanya soal inovasi artistik, tetapi juga strategi memperkuat ekonomi daerah.
“Kami terus mendorong UMKM dan pelaku ekonomi kreatif untuk naik kelas melalui kurasi, pendampingan, dan literasi digital,” katanya.
Dukungan BI terhadap MFW 2025, lanjut Febrina, juga selaras dengan agenda nasional mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan digital. BI memperkuat literasi keuangan digital, memfasilitasi sistem pembayaran melalui QRIS, dan memperluas akses pasar pelaku UMKM fesyen ke tingkat nasional hingga global.
“Kami ingin digitalisasi menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan IFC Malang bersama dinas terkait dan perbankan menjadikan MFW sebagai ajang strategis bagi kolaborasi lintas sektor.
“Ini ruang bertemunya dunia usaha dan desainer mode, baik lokal maupun internasional,” tutur Febrina.
Ia berharap ajang ini mampu mengangkat potensi lokal di sektor kain, kriya, dan kuliner sebagai sumber ekonomi baru.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menilai MFW 2025 menandai posisi Malang di panggung internasional.
“MFW ini kelasnya sudah go international, sejalan dengan penghargaan yang baru kami terima sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO di bidang Media Arts,” katanya.
Menurut Wahyu, dukungan terhadap MFW menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk membangkitkan sektor kriya dan fesyen lokal.
“Desainer dari SMK hingga profesional hadir menampilkan karya terbaiknya. Harapannya, ini bisa memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Malang hingga tingkat global,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....