Bulan Batik Malang Hidupkan Kolaborasi dan Tradisi Lokal
- 21 Okt 2025 12:14 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Bulan Batik Malang 2025 berlangsung meriah dan penuh makna. Sejak akhir September, berbagai kegiatan budaya dan ekonomi kreatif digelar untuk merayakan warisan batik khas Malangan.
Dimulai dengan Dekranasda Award 2025 pada 27 September, semangat pelestarian batik terus menggelora hingga akhir Oktober melalui rangkaian kegiatan yang digagas Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM).
Pada 2 Oktober 2025, pelatihan membatik motif tumpal untuk slendang atau sampur tari tradisional digelar di Kecamatan Kedungkandang bersama TP PKK setempat. Sebanyak 48 peserta dari berbagai RW belajar mendesain, mencanting, mewarnai, hingga menyelesaikan batik tumpal yang akan diperagakan di Festival Batik Kedungkandang pada 26 Oktober 2025 mendatang.
Persiapan festival berlangsung intens. Para perajin batik perempuan bahkan turut berlatih Tari Beskalan Putri Malang pada 14 dan 17 Oktober untuk memeriahkan acara puncak. Mereka akan tampil menari dengan sampur hasil karya sendiri sekaligus mengikuti fashion show batik tumpal Malang.
Kemeriahan berlanjut di Festival Batik Sukun #6 yang menampilkan Pemilihan Duta Batik Cilik Nukus 2025. Ajang tahunan ini digelar secara swadaya oleh warga Sukun sebagai wujud kebanggaan terhadap batik lokal. Kelurahan Sukun sendiri kini menyandang status Rintisan Sentra Batik Sukun, penghargaan yang diraih pada ajang Dekranasda Award.
Tak kalah menarik, Malang City Point Mall juga menjadi pusat perhatian pada 16–19 Oktober lewat Festival Batik Tiga Kota, yang mempertemukan perajin dari Malang, Magelang, dan Pekalongan. Kegiatan ini difasilitasi Kementerian UMKM dan diikuti tujuh stan batik Malang, seperti Batik Sundari, Batik Blimbing, Batik Bruge, Griya Batik Topeng Disabilitas, hingga Sentra Batik Sawojajar.
Festival tersebut juga dimeriahkan lomba mewarnai batik, pertunjukan seni, dan festival tari kreasi bernuansa batik. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka langsung kegiatan ini. “Kota Malang menjadi kota pertama yang terpilih untuk menggelar pameran batik karena dinilai memiliki motif berbeda dan karakter kuat,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Puncak Bulan Batik akan digelar pada 26 Oktober melalui Festival Batik Kedungkandang, yang mencakup peluncuran Sentra Batik Sawojajar dan Arjowinangun, peluncuran motif tumpal untuk sampur tari, fashion show, dan pameran UMKM dari seluruh kelurahan di Kedungkandang. Acara ini juga menghadirkan hiburan, pertunjukan seni, serta talkshow bersama anggota DPRD setempat.
Ketua APBKM, Ki Demang (Isa Wahyudi), menyebut perkembangan batik Malang kini memasuki babak baru. “Sejak APBKM berdiri pada 2022, kami terus berinovasi melalui pelatihan, pameran, dan kolaborasi lintas komunitas. Kini, Malang sudah memiliki tiga rintisan sentra batik dan 90 perajin aktif,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Bulan Batik Malang 2025 bukan sekadar perayaan budaya, tetapi momentum memperkuat identitas batik Malang sebagai warisan yang hidup, relevan, dan membanggakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....