Olahraga Lari, Kini Bagian Dari Lifestyle Anak Muda

  • 16 Okt 2025 12:04 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Olahraga lari kini bukan lagi sekadar aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran. Di tangan generasi Z, lari menjelma menjadi tren gaya hidup yang penuh warna, gaya, dan makna. Dari taman kota hingga event fun run, semakin banyak anak muda yang memilih lari sebagai cara mengekspresikan diri, membangun kebiasaan sehat, hingga memperluas jejaring sosial.

Fenomena ini terlihat jelas dari meningkatnya jumlah komunitas lari yang terbentuk di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya hingga Malang. Komunitas-komunitas ini tak hanya menjadi tempat berbagi tips dan motivasi, tapi juga ruang sosial baru bagi anak muda untuk saling terkoneksi.

Salah satu pendorong utama tren ini adalah media sosial. Aplikasi seperti Instagram, TikTok, hingga Strava menjadi wadah untuk membagikan aktivitas lari, pencapaian jarak tempuh, hingga tampilan outfit berlari yang kini tak kalah stylish dari pakaian sehari-hari.

"Olahraga lari tuh udah bukan cuma olahraga, tapi lifestyle! Banyak event seru kayak fun run, night run, atau marathon yang bikin anak muda pengin ikut. Plus, posting foto 'after run' di media sosial tuh kayak prestasi tersendiri kan,” Ujar Tika, Warga Malang yang sering membagikan aktivitas lari di media sosial instagram, Kamis (16/10/2025).

Hashtag seperti #MorningRun, #StravaAddict, atau #RunnerStyle menjadi populer di kalangan Gen Z. Dalam banyak kasus, tren ini mendorong lebih banyak orang mencoba lari, bahkan yang awalnya tidak tertarik dengan olahraga.

Menariknya, motivasi Gen Z untuk berlari tidak melulu soal kesehatan fisik. Banyak di antara mereka menjadikan lari sebagai bentuk healing, pelarian sehat dari stres pekerjaan atau kuliah, sekaligus refleksi diri.

"Sebenernya udah lama sejak sekolah suka jogging gitu. Motivasiku simple pengen hidup sehat dan bisa jadi pelarian secara harfiah dan batin, soalnya bikin stres hilang dan tidur lebih nyenyak,” lanjut Tika.

Selain itu, tren fashion olahraga yang semakin stylish juga memperkuat daya tarik lari. Berbagai brand olahraga ternama berlomba-lomba merilis koleksi sportwear yang modis dan nyaman. Sneakers khusus lari bahkan kini jadi item fashion yang dicari-cari.

Lonjakan tren ini juga terlihat dari semakin ramainya event lari seperti fun run, night run, charity run hingga marathon amatir. Namun, bukan kompetisi yang jadi fokus utama Gen Z, melainkan kebersamaan dan pengalaman.

"Sekarang lari tuh udah kayak 'Me time' versi aktif. Kita bisa refleksi diri, Apalagi di Malang sering ada event fun run ini bisa jadi kesempatan buat para runners, sekaligus tempat ketemu orang-orang positif. Jadi bukan cuma olahraga, tapi juga cara buat jaga mental dan mood biar tetap waras di tengah kesibukan”, jelasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa olahraga lari kini telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. Dengan dukungan komunitas, media sosial, dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental maupun fisik, besar kemungkinan tren ini akan terus berkembang.

"Lari tuh simple ga perlu alat ribet, nggak perlu tempat khusus, tinggal pake sepatu, topi dan gas! Tapi hasilnya nyata badan fit, pikiran fresh apalagi kalo pagi", tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....