Membangun Karir Dari Bakat Seni dan Desain

  • 18 Sep 2025 21:09 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Dunia seni dan desain tidak hanya berbicara soal keindahan, tetapi juga membuka peluang karir dan penghidupan yang menjanjikan. Topik ini diangkat dalam Dialog Interaktif Malang Siang edisi Jumat (19/9/2025) bersama Rufi Wahyu Endahwati, SH dan Nanik Suprapti dari IWAPI DPC Kota Malang.

Keduanya berbagi pengalaman membangun karir dalam dunia seni lukis dan aksesori, sekaligus memberi inspirasi bagi generasi muda agar berani menapaki jalan kreatif sebagai sumber penghasilan. Menurut mereka, seni bukan sekadar ekspresi, tetapi juga ladang usaha yang potensial jika digarap dengan niat dan dedikasi.

Rufi Wahyu Endahwati menceritakan awal mula dirinya menekuni kerajinan aksesori etnik yang kini menjadi identitas karyanya. “Awalnya dari hobi sejak remaja suka memakai aksesori, lalu keterusan jadi income karena memang passion-nya di situ. Jadi bikinnya pakai hati, bukan karena terpaksa,” ungkapnya.

Berbekal bahan-bahan seperti batu, kayu, kulit, hingga tembaga yang didapat dari berbagai daerah seperti Bali, Jogja, dan Bandung, Rufi memadukan ide desain berdasarkan insting dan kepekaan estetika. Ia mengaku tidak memakai sketsa ataupun cetak biru, melainkan langsung menyusun material sesuai komposisi yang ia bayangkan.

Sementara itu, Nanik Suprapti lebih memilih melukis langsung di atas pakaian jadi, sebuah proses yang menurutnya membutuhkan kesabaran ekstra.

“Kalau melukis baju itu harus konsisten. Apalagi kalau seragam, harus sama semua. Kita sket dulu, baru kita lukis satu-satu,” tuturnya.

Proses pengerjaan sering kali dilakukan malam hari karena suasana yang lebih tenang, sementara siang hari diisi dengan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga. Nanik juga menyebut bahwa menjaga mood sangat penting dalam pekerjaan seni, karena hasil lukisan sangat tergantung pada perasaan dan ketenangan batin si pembuat.

Baik Rufi maupun Nanik sepakat bahwa keterampilan mereka berasal dari proses panjang dan sebagian besar bersifat otodidak. Dengan bergabung dalam wadah UMKM, mereka mampu memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas, membuka pelatihan untuk masyarakat, hingga meraih kesempatan untuk berkembang secara profesional. Menurut mereka, seni bukan hanya soal bakat, tetapi juga ketekunan, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus belajar. Dari kegigihan itulah nilai sebuah karya bisa dihargai, dan pasar pun bisa mengenali identitas pembuatnya.

Dunia seni dan desain membutuhkan ketekunan, keberanian untuk terus mencoba, dan keyakinan atas nilai dari karya sendiri. Ketika kreativitas dilandasi oleh kecintaan dan konsistensi, jalan karir dalam bidang ini dapat berkembang secara alami dan berkelanjutan. Setiap goresan kuas atau susunan material bukan hanya produk visual, tetapi juga cerminan dari semangat dan karakter pembuatnya. Maka tak mengherankan jika bidang seni dan desain bisa menjadi ruang yang penuh makna bagi siapa pun yang menjalaninya dengan sepenuh hati. (Syf)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....