Kisah Wanita Amerika yang Memilih Bali Sebagai Rumah

  • 12 Agt 2025 14:54 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Mengendarai skuter di jalan sempit Bali dengan matahari hangat di wajahnya, Victoria Kjos (71) melaju menuju pantai Sanur, salah satu kawasan favoritnya di pulau yang dijuluki “Pulau Dewata.”

Sejak pindah pada 2022, Victoria kerap menghabiskan waktu menikmati pasir putih, berkunjung ke Pura Besakih di lereng Gunung Agung, atau memanjakan diri di spa lokal. Hidupnya kini jauh berbeda dibanding saat masih di Amerika Serikat, di mana ia pernah berkarier panjang di pemerintahan, termasuk sebagai Wakil Bendahara Dakota Utara pada 1979 serta di bidang real estat, perbankan, dan yoga.

Meski di Phoenix, Arizona, ia memiliki rumah bagus, mobil sport, dan kehidupan sosial aktif, Victoria merasa budaya di AS semakin egois dan terlalu berorientasi pada uang. Ia merindukan hidup yang lebih bermakna.

Pencarian itu membawanya dalam perjalanan panjang, enam bulan di India pada 2012 yang mengubah cara pandangnya, diikuti masa tinggal di Thailand dan Nepal. Pada 2019, ia mengunjungi Bali untuk pertama kali dan langsung jatuh cinta.

Awalnya, ia memilih pindah ke Mazatlán, Meksiko pada 2020, namun merasa kota itu terlalu “ramai pesta.” Bali pun menjadi pilihan final, apalagi Indonesia menawarkan visa pensiun yang sesuai syaratnya.

Pada Mei 2022, Victoria resmi menetap di Sanur, kota pantai yang tenang dengan komunitas lokal yang erat. Ia tinggal di rumah kecil berpagar, menikmati suara anjing tetangga sebagai “alarm pagi,” dan merasa lebih nyaman bersosialisasi secukupnya.

Meski banyak ekspatriat di Bali, Victoria justru lebih dekat dengan warga lokal, tertarik pada budaya keluarga yang hangat, serta tradisi Hindu yang memprioritaskan upacara.

Biaya hidup rendah membuatnya bisa menikmati fasilitas seperti laundry dan katering, serta bepergian dengan skuter meski sempat beberapa kali jatuh. Ia tetap aktif dengan berjalan kaki dan yoga, dan cukup puas dengan layanan kesehatan setempat meski standar berbeda dari Barat.

Bagi Victoria, Bali adalah rumah dengan ritme hidup yang tenang, pemandangan yang indah, dan budaya yang membuatnya merasa terhubung secara spiritual.

“Tidak pernah ada keraguan bahwa saya akan menetap di sini,” ujarnya.

“Saya merasa, di sinilah saya seharusnya berada,” imbuh Victoria. (Adelia Devi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....