Nababa Band Lestarikan Keroncong Beat di Tengah Gempuran Musik Modern

  • 19 Apr 2025 16:29 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Nababa Band, grup musik asal Kepanjen, Kabupaten Malang, konsisten melestarikan keroncong beat, genre khas era Mus Mulyadi yang kini nyaris punah. Dengan instrumen konvensional dan nuansa klasik, mereka menjadi satu-satunya band di Indonesia yang fokus menghidupkan kembali musik jadul ini.

“Keroncong beat itu lebih kaya nuansa tradisional. Kami jaga keasliannya, termasuk alat musiknya,” ujar Budi Santoso, Ketua Nababa Band sekaligus pemain keyboard, Sabtu (19/4/2025).

Band ini diperkuat musisi-musisi retro yakni Budi (keyboard), Boesrozie (drum), Hardiyono (bass), Nana (gitar), serta dua vokalis, Nurul Amaylda dan Lilik Jamilah. Beberapa formasi sempat berganti karena anggota sebelumnya meninggal dunia.

Basecamp mereka berada di Stasiun Aki milik Boesrozie di Stasiun KAI Kepanjen. Selain itu, Taman Contong yang dilengkapi panggung musik turut mendukung eksistensi mereka, hasil kerja sama dengan KAI dan proyek Nata Agung Perwujudan yang dipimpin Bambang Mangkubagyo.

Menurut Supriatna, pengamat musik Kepanjen, Nababa Band berdiri sejak 1995 dan menjadi satu-satunya grup tembang kenangan di wilayah tersebut.

“Mereka konsisten menjaga tradisi keroncong beat dan tembang jadul lainnya,” katanya.

Budi menegaskan bahwa keroncong beat berbeda dengan keroncong modern.

“Keroncong modern banyak elemen baru. Keroncong beat itu otentik dan menyentuh jiwa,” ujarnya.

Lewat pentas dan edukasi musik, Nababa Band berharap genre ini tetap hidup dan dikenal generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya Kepanjen dan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....