Yoga Sasmita Gelar Mini Solo Exhibition Pertamanya
- 27 Feb 2025 15:06 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Yoga Sasmita, seorang seniman berbakat, menggelar Mini Solo Exhibition pertamanya di Titik Koma, Jl. Buring, Malang, pada 21-28 Februari 2025. Pameran ini menjadi kesempatan bagi Yoga untuk menyampaikan aspirasinya melalui karya seni yang lahir dari pengalaman dan pengamatannya terhadap kehidupan sehari-hari.
Pameran ini menampilkan berbagai karyanya, yang menggambarkan refleksi mendalam tentang psikologi manusia dan pengalaman sehari-hari. Karya-karya Yoga dalam pameran ini memiliki karakteristik visual yang dominan dengan latar gelap. Namun, ia menegaskan bahwa nuansa ini bukan sekadar tema, melainkan representasi dari sudut pandangnya terhadap psikologi manusia.
"Temanya dark itu sebenarnya bukan. Bukan karena tema ya, lebih ke aku pengen ngambil sisi psikologis cowok sama cewek. Cewek bisa ngobrolin banyak hal. Cowok cuma satu hal aja. Makanya aku pengen, yaudah kalau kita emang ngobrolin satu hal, Ya satu hal itu aja, makanya background-nya aku bikin gelap supaya tertuju pada satu objek yang kita obrolin di situ," jelasnya, Kamis (27/2/2025).
Yoga mengaku bahwa inspirasinya berasal dari kehidupan sehari-hari, tetapi dalam pengolahannya, ia memilih untuk lebih mendalami setiap emosi sebelum dituangkan ke dalam karya. Salah satu karyanya yang menarik perhatian adalah lukisannya yang berjudul “Ekspetasi”. Menurut Yoga, karya ini ingin mengajak penikmat seni untuk melihat sesuatu apa adanya, tanpa selalu mencari kesalahan.
"Biasanya pas mereka liat, terus aku tanya, ada yang salah nggak sama buah-buah ini? Jawaban orang itu ada tiga. Ada yang bilang ada, ada yang bilang nggak ada, tapi ragu. Nah, kenapa harus dicari sih salahnya? Padahal yaudah, liat aja," ujarnya.
Bagi Yoga Sasmita, karyanya adalah ruang paling jujur untuk mengekspresikan perasaan tanpa takut dihakimi. Ia menyampaikan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, seseorang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan, tetapi di depan kanvas, ia bisa sepenuhnya menjadi diri sendiri.
Seni baginya adalah tempat untuk mencurahkan emosi sedih, marah, atau bahagia, tanpa tekanan sosial atau ekspektasi orang lain. Dengan begitu, melukis menjadi caranya berdiskusi dengan dirinya sendiri tanpa adanya penghakiman dari siapa pun.
“Sebenernya aku cuma pengen jujur di depan karya aku sendiri aja. Ketemu temenmu, kamu harus jadi seorang teman. Ketemu orang tuamu, kamu harus jadi seorang anak. Kamu nggak bisa jadi dirimu sendiri di lingkungan ini, kan? Aku bisa jujur di depan karya aku sendiri. Jadi aku mau sedih, aku mau marah, kayak apa, gitu. Yaudah, yang penting kan aku bisa cerita di kanvasku itu. Gak ada orang nge-judge juga kan akhirnya. Karya ku jelek, yaudah itu aku,” ungkapnya.
Dalam menentukan judul karyanya, Yoga mengungkapkan bahwa ia menarik kesimpulan dari tulisan-tulisan yang ia buat sebelum mulai melukis. Salah satu contohnya adalah karya "There's Another Fishtank," yang menggambarkan perasaan iri terhadap kehidupan orang lain tanpa menyadari bahwa mereka juga menghadapi kesulitan yang serupa.
"Kita sekarang di sini. Terus kita lihat orang lain, misalnya lihat temenmu yang udah sukses banget, dia nggak kuliah, gitu kan. Kok enak di sana ya? Padahal kamu nggak tau perjalanan dia kayak apa, kan. Di sana dia juga struggling dengan masalahnya sendiri, gitu lho. Terus dia lihat kamu, kok enak ya dia, nggak kepikiran apa-apa, gitu. Nah, itu kan tuh timbul rasa kayak iri, gitu kan. Padahal di fish tank, aquarium yang sama, gitu lho. Kita cuma iri aja sebenernya. Tapi aquariumnya sama kok," katanya.
Dengan Mini Solo Exhibition ini, Yoga berharap bisa menyampaikan pesan yang mendalam melalui karyanya dan memberikan ruang bagi dirinya untuk berdiskusi dengan seni tanpa batasan.(SRF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....