Mengenal Konsep YONO Sebagai Pengganti YOLO

  • 21 Feb 2025 12:29 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Kemudahan teknologi dan digitalisasi keuangan memudahkan orang untuk berekspresi termasuk dalam hal berbelanja. Konsep You Only Live Once (YOLO) membuat orang mudah menghabiskan uang dan berbelanja dengan dalih hidup hanya sekali, sehingga tak masalah jika menuruti keinginan pribadi dibandingkan mempertimbangkan faktor kebutuhan.

Untuk menghindari dampak negatif itu, maka muncullah konsep You Only Need One (YONO) yang menggantikan YOLO. Konsep ini dinilai lebih tepat diterapkan di era seperti ini.

Ketua Program Magister Sains Psikologi Universitas Brawijaya, Dr. Sumi Lestari, S.Psi., M.Si . mengungkapkan bahwa YONO dipilih untuk menggeser tagline YOLO yang berdampak pada budaya hedon dan pembelian barang secara impulsif dengan alasan hidup hanya sekali.

"Konsep itu berdampak pada masyarakat yang akhirnya tidak mampu mengontrol keinginan untuk membeli suatu barang yg bukan kebutuhan, namun karena tergiur dengan apa yang sudah dilihat. Atau bahkan terpengaruh tren atau fomo, sehingga beli bukan karena butuh,” ujarnya, Jumat (21/2/2025).

Maka dengan pemahaman konsep YONO, sambung Sumi, filosofinya mampu mengatur keuangan dan mengontrol keinginan untuk membeli hanya satu barang yang berkualitas. Pembelian barang secara impulsif merupakan fenomena yang berpengaruh pada kesehatan mental seseorang, kuncinya kontrol diri supaya tidak selalu mengikuti keinginan.

"Nah YONO ini bagaimana kita memilih kualitas barang yang bagus, sehingga bisa dipakai lama. Kalau belum rusak kita tidak perlu beli lagi. Selama ini sebagian masyarakat membeli barang murah dengan jumlah banyak, namun mudah rusak, ujungnya tetap akan beli lagi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....