Kesempatan Go International, The Papandayan International Jazz Competition Hadir
- 18 Feb 2025 07:01 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Setelah sukses menyelenggarakan empat edisi sebelumnya, The Papandayan International Jazz Competition (TPJC) 2025 kembali hadir dengan konsep hybrid untuk memudahkan samua orang dari seluruh negeri berpartisipasi. Acara ini diselenggarakan oleh The Papandayan Jazz Management dan membuka kesempatan bagi musisi jazz dari seluruh dunia untuk menampilkan bakat mereka secara virtual.
"Kami ingin membuka peluang sebesar-besarnya bagi para musisi jazz dari berbagai latar belakang untuk tampil di panggung yang lebih luas, bahkan hingga tingkat internasional. Jadi bisa dikatakan kompetisi ini adalah gerbang bagi mereka untuk meraih kesempatan lebih besar di dunia musik baik di skala Nasional dan Global," ucap Muhammad M. Fikri selaku Event and Brand Manager (Senin, 17/2/2025)
Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2021, TPJC telah menjadi wadah bagi para musisi jazz, baik amatir maupun profesional, untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam industri musik. Kompetisi ini terbuka bagi berbagai kelompok usia dan dibagi dalam dua kategori, yaitu Youth Jazz (di bawah 23 tahun) dan Jazz Warrior (di atas 23 tahun). Perlombaan ini akan berlangsung dalam tiga tahap, yakni penyisihan, semifinal, dan grand final.
"Selain tampil di The Papandayan Jazz Fest 2025 bulan Oktober mendatang, pemenang akan mendapat total hadiah 100 juta rupiah, piala berlapis emas, sertifikat dan berbagai benefit menarik lainnya. Kompetisi ini juga didukung oleh Pusat Kebudayaan Kerajaan Belanda Erasmus Huis. Sehingga ada kemungkinan jika lolos seleksi standard musisi Eropa, pemenang bisa berkolaborasi dengan musisi manca untuk tampil di panggung yang lebih besar berskala global," jelas Dian Anggriani selaku Entertainment Manager.
Pendaftaran TPJC dibuka pada tanggal 15 Januari 2025 dan ditutup pada 31 Maret 2025 nanti. Untuk proses penyeleksian peserta, TP Jazz Management mengundang jajaran Dewan Juri musisi jazz Indonesia antara lain Barry Likumahuwa, Nita Aartsen, Venche Manuhutu dan seniman senior Bandung, Hari Pochang. Tidak hanya itu, TPJC tahun ini pun kembali mengundang musisi jazz internasional sebagai Dewan Juri, yakni Henk Kraaijeveld (Belanda) dan Kostas Patsiotis (Yunani).
"Yang cukup menarik pada tahun ini untuk Grandfinal bisa disaksikan oleh publik melalu streaming video. Jadi para finalis bisa untuk mengundang sebanyak banyak nya pendukung untuk meramaikan. Sedang untuk yang ingin bergabung bisa kunjungi website www.tpjazzfest.com. Jangan lupa untuk baca secara teliti semua persyaratannya disana," lanjutnya.
Dengan semangat untuk terus memfasilitasi dan mengembangkan potensi musisi jazz, TP Jazz Management berharap dapat menjadikan Bandung sebagai pusat musik jazz nasional dan internasional. (AA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....