Cinta Takkan Pergi, Pesan Dewasa September Band Hadapi Luka
- 06 Okt 2026 12:23 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - September Band kembali menyuarakan tentang keteguhan hati dan kedewasaan menghadapi kenyataan melalui single terbaru berjudul “Cinta Takkan Pergi”. Lagu ciptaan Ipoet September tersebut dirilis di bawah Ascada Musik 2026 dengan mengusung konsep pop romantis.
“Cinta Takkan Pergi” mengangkat cerita tentang bagaimana seseorang menjaga makna cinta ketika kehidupan menghadirkan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Alih-alih melawan keadaan, lagu ini mengajak pendengar memahami bahwa menerima kenyataan bukan berarti menyerah.
Bobby, personel September Band, menjelaskan lagu tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan pesan tentang keteguhan hati dan sikap dewasa ketika seseorang berhadapan dengan kepahitan hidup.
“Lagu ini sendiri menceritakan tentang bagaimana kita menjaga makna cinta, tentang keteguhan hati, dan sikap dewasa, saat kita dihadapkan ketika kehidupan menghadirkan kenyataan yang berbeda dari harapan,” ujar Bobby dalam keterangan resminya untuk RRI Malang.
Dari sisi musik, “Cinta Takkan Pergi” dibalut aransemen pop romantis dengan sound yang akrab di telinga. Lirik yang lugas ditempatkan sebagai kekuatan utama untuk menyampaikan cerita, sementara aransemen dibuat mengalir tanpa dramatisasi berlebihan.

Pendekatan tersebut membuat pesan mengenai penerimaan dan kedewasaan terasa dekat dengan pengalaman sehari-hari. Lagu ini tidak sekadar berbicara tentang kehilangan atau luka, tetapi juga tentang bagaimana seseorang tetap menjaga arti cinta ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan.
September Band bukan nama baru dalam perjalanan musik pop Indonesia. Bobby dan Ipoet telah bekerja bersama sejak 2007. Saat itu, September Band masih diperkuat formasi yang lebih lengkap dan sempat merilis dua album pop serta satu album religi sebelum aktivitas grup berhenti pada 2011.
Keduanya kemudian kembali bertemu pada 2019 melalui proyek Aether Band. Menurut Ipoet, awalnya ia ingin menghidupkan kembali September Band. Namun, dari sejumlah personel yang diajak kembali, hanya Bobby yang memiliki visi dan misi yang sama.
“Awalnya gua pengen aktifin lagi September, cuma dari semua personel yang diajak, cuma Bobby yang masih punya visi dan misi yang sama,” kata Ipoet.
Aether Band kemudian menjadi ruang bagi Bobby dan Ipoet untuk kembali menulis, merekam, dan merilis karya. Enam lagu berhasil dirangkum dalam sebuah EP yang dirilis secara bertahap sepanjang 2023 hingga 2025.
Di tengah perjalanan tersebut, keduanya kembali menemukan cerita yang ingin disampaikan melalui nama September Band. Mereka kemudian menyiapkan EP baru yang juga akan dirilis secara bertahap, dengan “Lagu Rindu untuk Kamu” menjadi salah satu pintu pembuka kembalinya September Band.
Bobby dan Ipoet menegaskan, perjalanan musik mereka saat ini bukan upaya untuk mengulang karya yang dibuat belasan tahun lalu. Pengalaman dan perjalanan waktu justru menjadi bagian dari warna baru musik mereka.
Pengalaman Bobby dalam menggarap musik untuk iklan, sinetron, hingga film turut memberikan pengaruh terhadap cara keduanya membangun suasana dalam karya. Sementara itu, mereka tetap mempertahankan karakter lirik yang langsung dan mudah dipahami.

“Dari pengalaman gua yang sering membuat musik untuk backsound iklan, sinetron ataupun film, itu justru jadi nilai tambah dalam membentuk warna musik Aether,” ujar Bobby.
Baik melalui Aether maupun September Band, keduanya memilih memberi ruang eksplorasi terhadap setiap lagu. Meski memiliki benang merah dalam karakter musik, setiap karya dibiarkan memiliki warna tersendiri sesuai cerita yang ingin disampaikan.
Ipoet mengatakan keleluasaan dari produser membuat mereka dapat mengeksplorasi kemampuan dan imajinasi bermusik secara lebih luas, namun tetap melalui proses yang cermat.
“Kita diberikan keleluasaan oleh produser untuk mengeksplor lebih jauh kemampuan dan imajinasi bermusik. Tapi semua tetap dikerjakan dengan cermat,” tutur Ipoet.
Melalui “Cinta Takkan Pergi”, September Band menegaskan babak baru perjalanan mereka. Karya tersebut menjadi penanda bahwa kembalinya mereka bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya melanjutkan proses kreatif yang sempat terhenti dengan membawa pengalaman dan perspektif baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....