Lilo Lilo Hadirkan Sisi “Ngerock” di Cantik Setengah Gila
- 05 Okt 2026 16:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Lilo Lilo menyoroti fenomena romantisasi istilah “cegil” atau “cewek gila” melalui single terbaru berjudul “Cantik Setengah Gila”. Lagu tersebut menjadi respons band asal Bandung-BSD terhadap tren media sosial yang dinilai kerap menjadikan perilaku pasangan yang dianggap tidak lazim sebagai sesuatu yang keren dan layak dirayakan.
“Cantik Setengah Gila” menghadirkan perspektif laki-laki ketika berhadapan dengan pasangan yang memiliki paras menarik, tetapi menunjukkan perilaku yang dianggap manipulatif atau menguras energi. Lilo Lilo mengemas keresahan tersebut dalam musik yang ringan, playful, centil, sekaligus lebih keras dibandingkan sejumlah karya sebelumnya.

Vokalis Lilo Lilo, Aldi Haqq, mengatakan munculnya istilah “cegil” membuat situasi dalam hubungan terkadang menjadi serba salah bagi laki-laki. Menurutnya, lagu tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan sisi lain dari fenomena tersebut, terutama bagi mereka yang berhadapan langsung dengan perilaku pasangan yang tidak sehat.
“Semenjak ada kata cegil, gue jadi ngerasa serba salah aja ngadepin cewe. Makanya, lagu ini kaya cocok buat cewe-cewe yang sebenernya manipulatif, tapi dibungkus sama kata ‘cegil!’,” ujar Aldi.
Lagu “Cantik Setengah Gila” ditulis Aldi Haqq, Kevin Rinaldi, dan RR. Ide lagu berangkat dari maraknya penggunaan istilah “cegil” di media sosial yang dinilai cenderung mengglorifikasi perilaku ekstrem dalam hubungan.
Dari sisi musikal, Lilo Lilo membawa pendekatan rock and roll yang terinspirasi musik era 1950-an hingga 1960-an, termasuk pengaruh Elvis Presley, Chuck Berry, dan Roy Orbison. Karakter tersebut dipadukan dengan teknik vokal melengking yang terinspirasi rock era 1970-an.
Keyboardist Lilo Lilo, Kevin Rinaldi, mengungkapkan lagu tersebut tercipta secara spontan ketika mereka sedang berada di tempat menginap setelah tampil di Yogyakarta pada 2025. Proses penulisannya berlangsung relatif singkat dan menjadi salah satu lagu yang paling cepat diselesaikan band tersebut.
“Ini lagu yang simple, ngerock, dan paling cepet bikinnya! Gaada sejam beres lah,” kata Kevin.

Gitaris Lilo Lilo, RR, menyebut “Cantik Setengah Gila” sekaligus menjadi pernyataan bahwa band tersebut mampu mengeksplorasi karakter musik yang lebih kencang dan rock. Pendekatan rekaman pun dibuat lebih raw dan bengal untuk memperkuat karakter lagu.
Melalui rilisan ini, Lilo Lilo berharap “Cantik Setengah Gila” dapat menjadi penyeimbang di tengah maraknya narasi yang meromantisasi fenomena “cegil”. Band tersebut ingin mengajak pendengar melihat fenomena itu dari perspektif berbeda, termasuk pengalaman orang-orang yang berada dalam hubungan dengan pasangan yang memiliki perilaku sulit dihadapi.
“Ya jangan cegil aja yang dirayakan, tapi nasib kita-kita yang ketemu cegil juga patut diperhatikan,” ujar Lilo Lilo.
“Cantik Setengah Gila” kini telah tersedia di sejumlah platform musik digital, di antaranya Spotify, Apple Music, Joox, dan YouTube Music.
Lilo Lilo merupakan band asal Bandung-BSD yang mengusung konsep musik “Retro Sad Inclusive”, perpaduan elemen melankolis, nostalgia, dan pop modern. Grup ini beranggotakan Aldi Haqq sebagai vokalis, Kevin Rinaldi pada keyboard, dan RR sebagai gitaris.
Lilo Lilo lahir sebagai proyek sampingan yang menghadirkan alter ego dari masing-masing personelnya. Sebelum “Cantik Setengah Gila”, mereka telah merilis sejumlah karya, di antaranya “Bila”, “Sang Penghibur”, dan “Malah Mendua”.
Dengan rilisan terbaru ini, Lilo Lilo tidak hanya mempertahankan karakter playful, tetapi juga memperluas eksplorasi musik melalui warna rock yang lebih raw dan agresif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....