Pintu Masuk Rilis “Nadi”, Balutan Sad Rock tentang Perpisahan

  • 05 Okt 2026 16:04 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang — Keinginan untuk pergi tidak selalu berarti hati siap kehilangan. Pertentangan itulah yang diangkat duo indie pop asal Bandung, Pintu Masuk, melalui single kedua mereka berjudul “Nadi”, yang resmi dirilis pada pertengahan September 2026.

Lagu “Nadi” mengisahkan seseorang yang menyadari sebuah hubungan telah menyakitinya, tetapi belum memiliki kekuatan untuk benar-benar melepaskan. Kisah tersebut terinspirasi dari pengalaman orang lain yang berada dalam situasi serupa, ketika logika mendorong untuk pergi, sementara perasaan masih ingin bertahan.

Vokalis sekaligus penulis lagu Pintu Masuk, Dorin, mengatakan “Nadi” diharapkan dapat menjadi teman bagi pendengar yang pernah berada dalam posisi sulit antara meninggalkan dan mempertahankan sebuah hubungan.

“Buat saya, ‘Nadi’ adalah cerita tentang seseorang yang sebenarnya sudah tahu bahwa dia terluka, tapi masih belum mampu melepaskan. Semoga lagu ini bisa menemani siapa pun yang pernah ada di posisi itu,” ujar Dorin.

Pemilihan judul “Nadi” menjadi metafora tentang sesuatu yang kerap tidak disadari keberadaannya, tetapi terus berdenyut dan menjadi bagian dari kehidupan. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sosok seseorang yang mungkin secara fisik telah jauh, namun kehadirannya masih tertinggal dalam diri.

Pertentangan antara pikiran dan perasaan menjadi salah satu kekuatan utama dalam lirik. Tokoh dalam lagu seolah berharap ditinggalkan karena menyadari hubungan tersebut menyakitkan, tetapi pada saat yang sama belum siap menghadapi kehilangan.

Nuansa tersebut diperkuat pada bagian bridge melalui gambaran aktivitas bermain gitar atau menyanyikan lagu ringan sebagai cara untuk menenangkan diri ketika seseorang sedang berusaha melepaskan sesuatu yang masih melekat secara emosional.

Secara musikal, “Nadi” mengusung perpaduan indie pop dan sad rock dengan nuansa musik era 2000-an. Pintu Masuk memilih tempo andante yang santai dengan karakter vokal dan aransemen yang diarahkan untuk menghadirkan suasana nostalgia.

Pemain bass Pintu Masuk, Naufal, menyebut karakter musik “Nadi” memiliki kedekatan dengan musik yang mereka dengarkan saat tumbuh besar.

“Menurut saya ‘Nadi’ punya suasana yang dekat dengan musik yang kami dengarkan waktu tumbuh besar. Mudah-mudahan ketika orang dengar, mereka bisa merasa dekat dengan ceritanya dan menikmati musiknya,” kata Naufal.

Proses kreatif lagu dimulai dari musik, sebelum Dorin menyusun lirik berdasarkan suasana yang telah terbentuk. Penulisan lagu berlangsung relatif singkat, sementara tahap produksi, khususnya mixing dan mastering, membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

Proses rekaman dilakukan di kawasan Dago, Bandung, sedangkan mixing dan mastering ditangani Samuel di Kopo, Bandung. Salah satu tantangan utama dalam produksi “Nadi” berada pada proses pengambilan vokal yang menuntut penyampaian emosi secara kuat, bukan hanya ketepatan nada.

“Nadi” menjadi rilisan independen kedua Pintu Masuk setelah duo tersebut berkembang dari proyek solo Dorin. Pintu Masuk terbentuk secara organik pada Maret 2025 dan kemudian berkembang menjadi duo bersama Naufal.

Nama Pintu Masuk diambil dari permainan kata nama Dorin, yakni “Dor” yang dimaknai sebagai pintu dan “In” sebagai masuk. Nama tersebut sekaligus menjadi harapan agar musik mereka dapat menjadi pintu bagi pendengar untuk menikmati karya sekaligus menemukan teman dalam berbagai suasana perasaan.

Sebelum merilis “Nadi”, Pintu Masuk telah tampil dalam sejumlah kegiatan, antara lain di D’Botanica Mall Bandung, Radio Play99ers Bandung, dan Kajati Cup Jawa Barat. Salah satu karya mereka, “Dengarkanlah Aku”, juga telah memperoleh lebih dari 17 ribu stream di Spotify berdasarkan keterangan Pintu Masuk.

Secara katalog, “Dengarkanlah Aku” tercatat sebagai salah satu rilisan Pintu Masuk pada 2024 di platform musik digital.

Setelah “Nadi”, Pintu Masuk tengah mempersiapkan materi untuk EP. Duo ini juga membuka peluang kolaborasi dengan media, promotor, manajemen, maupun filmmaker, termasuk untuk kebutuhan live session, listening session, konten, hingga video klip “Nadi” yang saat ini belum tersedia.

Bagi Pintu Masuk, “Nadi” bukan semata lagu tentang berakhirnya sebuah hubungan. Lagu ini menjadi gambaran tentang fase ketika seseorang sudah memahami bahwa bertahan membawa luka, tetapi hatinya belum sepenuhnya siap untuk pergi.

“Nadi itu lagu tentang ingin pergi, tapi hati masih tertinggal,” ujar Dorin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....