Michelle Karla Bawa Kisah LDR Gen Z lewat Digital Pillow Talk

  • 05 Okt 2026 15:07 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Jarak tidak selalu membuat dua orang terasa jauh. Bagi Michelle Karla, kedekatan justru bisa hadir melalui layar ponsel, percakapan sebelum tidur, pesan singkat hingga video call yang berujung ketiduran. Pengalaman tersebut dituangkan dalam single debutnya sebagai solo artist, “Digital Pillow Talk”.

Single yang dirilis pada 30 September 2026 itu mengangkat kisah long-distance relationship (LDR) yang dekat dengan keseharian generasi Z. Michelle bercerita tentang hubungan dua orang yang terpisah jarak, tetapi tetap berusaha hadir dalam kehidupan masing-masing melalui chat, voice note, dan video call.

Pengalaman tersebut bukan sekadar cerita fiksi. “Digital Pillow Talk” terinspirasi dari pengalaman Michelle ketika menjalani LDR dengan kekasihnya yang berada di Jepang.

“Waktu LDR, kami sering video call sampai ketiduran. Kadang juga nggak ngobrol, cuma sama-sama ada di situ. Tapi mungkin justru itu yang bikin terasa dekat, walaupun sebenarnya lagi jauh,” ujar Michelle.

Menurut Michelle, hal-hal sederhana seperti menunggu balasan pesan, melihat nama seseorang muncul di notifikasi, hingga melakukan video call sebelum tidur dapat memiliki arti berbeda ketika dilakukan bersama orang yang disukai.

Kisah personal tersebut kemudian diterjemahkan Michelle menjadi lagu yang ringan dan cerah. Berbeda dengan kebiasaannya menulis lagu menggunakan piano atau gitar yang kerap menghasilkan warna musik slow dan melankolis, “Digital Pillow Talk” hadir dengan nuansa lebih upbeat.

Dalam prosesnya, Michelle dibantu dua kakaknya, Francis Karel dan Maura Gabriella, yang turut menjadi bagian dari eksplorasi warna musik lagu tersebut.

Penyanyi muda Michelle Karla menghadirkan “Digital Pillow Talk”, lagu yang terinspirasi pengalaman menjalani hubungan jarak jauh.(Foto: DR.M)

“Digital Pillow Talk” juga menunjukkan karakter Michelle dalam menulis lagu. Ia terbiasa menangkap berbagai hal kecil dalam keseharian untuk kemudian dituangkan menjadi musik. Bagi perempuan berusia 20 tahun itu, musik menjadi ruang untuk menyampaikan sesuatu yang terkadang sulit diungkapkan secara langsung.

Kedekatan Michelle dengan musik telah berlangsung sejak usia sekitar tujuh tahun. Ia mempelajari piano, gitar, vokal hingga dance. Pengalamannya juga berkembang melalui berbagai kegiatan panggung, mulai dari kompetisi dance, menjadi dancer profesional, musical theatre di sekolah hingga membuat song cover.

Memasuki usia 12 tahun, Michelle mulai menulis lagu sendiri. Kebiasaan tersebut kemudian menjadi ruang personal untuk mengolah berbagai perasaan dan pengalaman menjadi karya.

Musisi seperti Lizzy McAlpine dan Olivia Rodrigo menjadi sejumlah referensi yang dekat dengan selera Michelle, terutama dalam hal penyampaian cerita personal dan jujur melalui musik.

Setelah menyelesaikan kuliah pada 2025, Michelle memutuskan untuk lebih serius menekuni musik. Debut “Digital Pillow Talk” menjadi langkah awal untuk membagikan karya-karya yang sebelumnya lebih banyak ia simpan untuk dirinya sendiri.

Michelle merupakan adik dari Francis Karel dan Maura Gabriella. Ketiganya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan musik. Namun, ketiganya memilih jalur sebagai solo artist dengan karakter, selera musik dan cerita masing-masing.

Pada 30 September 2026, ketiganya merilis karya secara bersamaan. Francis Karel hadir melalui “Purple Skies”, Maura Gabriella dengan “Read The Sign”, sementara Michelle memperkenalkan dirinya lewat “Digital Pillow Talk”.

Bagi Michelle, single debut tersebut menjadi pintu pertama untuk memperkenalkan dirinya kepada pendengar melalui cerita yang sederhana, personal dan dekat dengan pengalaman hubungan generasi saat ini.

“Digital Pillow Talk” kini tersedia di berbagai platform digital streaming sejak 30 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....