Dinda Ghania Suarakan Kegelisahan Anak Muda dalam Lagu Baru
- 15 Sep 2026 10:39 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Penyanyi muda Dinda Ghania kembali menghadirkan karya yang dekat dengan pengalaman emosional generasi muda melalui single terbarunya berjudul “What If I’m Never Enough”. Lagu yang dirilis pada Agustus 2026 lalu ini mengangkat pergulatan batin tentang rasa tidak pernah cukup baik dan tekanan untuk memenuhi ekspektasi orang lain maupun diri sendiri.
Single tersebut menjadi lanjutan dari perjalanan musikal Dinda setelah merilis “Bad Connection” pada Juni 2026. Perilisannya juga bertepatan dengan penampilan Dinda di Bloom Stage, LaLaLa Festival 2026 Jakarta, yang menjadi salah satu panggung pertama untuk memperkenalkan lagu tersebut secara langsung kepada publik.
Dalam lagu ini, Dinda menggambarkan kegelisahan yang kerap dirasakan anak muda ketika mempertanyakan nilai diri mereka. Berawal dari pikiran-pikiran kecil yang muncul di tengah malam, perasaan tersebut berkembang menjadi kecemasan yang lebih besar terkait harga diri dan penerimaan dari lingkungan sekitar.

Dinda mengungkapkan lagu tersebut lahir dari pengalaman personal yang kemudian diterjemahkan menjadi karya yang dapat mewakili banyak orang.
“Ini lagu tentang gimana capeknya sudah berusaha maksimal, tapi di kepala masih ada suara kecil yang bertanya, bagaimana kalau aku belum bisa memenuhi ekspektasi mereka. Lagu ini aku bikin buat siapa pun yang suka overthinking soal worth diri sendiri,” ujar Dinda.
Meski berangkat dari kegelisahan, Dinda menegaskan lagu tersebut tidak hanya berisi keluhan, tetapi juga menghadirkan harapan dan refleksi diri.
Menurutnya, proses penulisan lagu yang berawal dari pertanyaan dan curahan hati itu pada akhirnya menghadirkan jawaban kecil yang memberikan ketenangan. Ia berharap para pendengar dapat merasa tidak sendirian saat mengalami pergulatan serupa.
Secara musikal, “What If I’m Never Enough” diproduseri oleh Josh Cumbee, produser dan komposer asal Amerika Serikat yang sebelumnya juga menggarap “Bad Connection”. Nama Josh dikenal melalui keterlibatannya dalam karya sejumlah musisi internasional seperti Madonna, Chris Brown, Kygo, Olivia Rodrigo, Sabrina Carpenter, Rita Ora, hingga TAEYEON dan NCT.

Proses kreatif lagu ini dilakukan di Bali bersama penulis lirik Molly Ann. Dari obrolan santai dan catatan-catatan pribadi Dinda, lahirlah sebuah lagu yang menampilkan sisi paling rentan dari sang penyanyi.
Dari sisi aransemen, lagu ini diawali dengan nuansa piano ballad yang intim sebelum berkembang menjadi orkestrasi string bergaya sinematik di bagian akhir. Pendekatan tersebut dipilih untuk menggambarkan bagaimana sebuah pikiran kecil dapat tumbuh menjadi kecemasan yang terasa jauh lebih besar.
Josh Cumbee menyebut lagu ini sebagai salah satu karya paling emosional yang pernah dibawakan Dinda.
“Kalau harus mendeskripsikan lagu ini dalam satu kata, aku akan bilang: haunting,” kata Josh.
Pada hari perilisannya, Dinda juga membawakan lagu tersebut dalam penampilannya di LaLaLa Festival 2026 bersama sejumlah lagu lain, termasuk “Freeloader”. Ia menilai festival tersebut menjadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan karya berbahasa Inggris kepada audiens yang memiliki kedekatan dengan genre musik yang diusungnya.
Melalui “What If I’m Never Enough”, Dinda Ghania kembali menunjukkan kemampuannya mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Lagu ini tidak hanya menjadi media ekspresi personal, tetapi juga ajakan bagi para pendengar untuk memahami bahwa keraguan terhadap diri sendiri merupakan pengalaman yang banyak dirasakan dan dapat dihadapi bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....