Ardhitio Angkat Luka Cinta yang Tak Pernah Dimiliki

  • 15 Sep 2026 10:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Penyanyi Ardhitio menghadirkan single terbaru bertajuk “Dosa Terindah”, sebuah lagu yang mengangkat kisah cinta yang dipendam bertahun-tahun kepada seseorang yang telah bahagia bersama orang lain. Lagu yang diproduseri Pika Iskandar dan ditulis oleh Meyta Iskandar ini menjadi refleksi tentang keberanian mengungkapkan perasaan yang sejak awal disadari tidak akan berujung pada kebersamaan.

Sebelum resmi dirilis pada 2026, “Dosa Terindah” lebih dulu dikenal publik melalui potongan lirik dan cerita yang dibagikan lewat konten akun @baikbaiksajakatanya. Konten tersebut berhasil menarik perhatian jutaan penonton dan membuat kisah yang diangkat dalam lagu semakin dekat dengan pengalaman banyak pendengar.

Melalui “Dosa Terindah”, Ardhitio menghadirkan cerita tentang keberanian mengungkapkan perasaan yang sejak awal disadari tidak akan berujung pada kebersamaan. (Foto: Tiga Enam Puluh Studio’s)

“Dosa Terindah” bercerita tentang seseorang yang menyimpan perasaan dalam diam kepada orang yang tidak bisa dimilikinya. Tokoh dalam lagu menyadari bahwa cintanya salah tempat dan dirinya bukan pilihan, namun tetap kesulitan menghapus perasaan yang telah lama tumbuh.

Lirik lagu ini menggambarkan pergulatan batin seseorang yang ingin jujur terhadap perasaannya. Pertanyaan “Dosa kah aku katakan bahwa ku cinta?” menjadi inti cerita yang mewakili konflik antara keinginan mengungkapkan rasa dan kesadaran bahwa cinta tersebut tidak akan berbalas.

Melalui karya ini, Ardhitio tidak mengangkat cerita tentang merebut hati seseorang yang telah memiliki pasangan. Sebaliknya, lagu ini menyoroti keberanian seseorang untuk mengakui perasaan yang selama ini dipendam, meski mengetahui bahwa harapan untuk bersama hampir tidak mungkin terwujud.

Menurut tim produksi, “Dosa Terindah” dipersembahkan bagi mereka yang pernah menjadi tempat bercerita, tetapi bukan tempat untuk pulang. Lagu ini juga menjadi representasi bagi orang-orang yang selalu hadir untuk seseorang yang dicintai, namun tidak pernah menjadi pilihan.

Single “Dosa Terindah” karya Ardhitio menggambarkan pergulatan batin seseorang yang mencintai dalam diam dan tak pernah menjadi pilihan. (Foto: Tiga Enam Puluh Studio’s)

Secara musikal, lagu ini melibatkan sejumlah musisi dan tim produksi. Aransemen dikerjakan oleh Refo Trixy yang juga menangani proses rekaman di 360 Studio’s. Nuansa emosional lagu diperkuat melalui permainan Mekar Strings Quartet Yogyakarta yang terdiri atas Dhea Nevita (Violin I), Abdul Aziz (Violin II), Vraxxi (Viola), dan Raffael Gusti (Cello). Sentuhan gitar utama dimainkan oleh Pika Iskandar, sementara vokal latar diisi Aidaihsan dan Sosila Mega. Proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Tito P. Soenardi.

Dengan tema yang dekat dengan pengalaman banyak orang, “Dosa Terindah” menjadi karya yang mengingatkan bahwa terkadang cinta yang paling sulit dilupakan bukanlah cinta yang pernah dimiliki, melainkan cinta yang tak pernah sempat menjadi kenyataan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....