Film Suanggi Hadirkan Horor Berbasis Budaya Indonesia Timur
- 08 Sep 2026 11:38 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya horor dengan mengangkat kekayaan budaya Nusantara. Film Suanggi: Ilmu Kutukan menawarkan perspektif berbeda dengan mengadaptasi warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur ke dalam cerita fiksi yang relevan bagi penonton masa kini.
Film produksi Mutiara Films dan Subtube Studio ini terinspirasi dari kisah Suanggi yang dikenal di sejumlah wilayah Indonesia Timur, seperti Papua, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kisah mengenai Suanggi memiliki beragam versi di setiap daerah. Sebagian masyarakat mengenalnya sebagai sosok nenek atau kakek tua, sementara versi lainnya menggambarkan Suanggi melalui mata merah, bola api, maupun bentuk lainnya.
Sutradara Suanggi: Ilmu Kutukan, Dom Dharmo, mengatakan film tersebut berangkat dari kekayaan cerita rakyat Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di industri kreatif.
Menurutnya, proses pengembangan film dilakukan dengan menelusuri kisah Suanggi sekaligus memadukannya dengan nilai-nilai universal seperti keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia.
“Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang luar biasa dan layak mendapat ruang lebih luas di industri kreatif,” ujar Dom Dharmo.
Ia menjelaskan, Suanggi: Ilmu Kutukan tidak sekadar menghadirkan unsur horor, tetapi juga berupaya memperkenalkan perspektif budaya Indonesia Timur kepada masyarakat luas.
Dari sisi produksi, Mutiara Films dan Subtube Studio memadukan riset budaya, pengembangan karakter, sinematografi yang menampilkan lanskap khas Indonesia Timur, serta tata suara untuk membangun atmosfer horor yang kuat.
Produser film, Bona Pascal, mengatakan pengangkatan Suanggi juga menjadi upaya menghadirkan warna berbeda di tengah dominasi cerita horor yang selama ini banyak mengambil inspirasi dari mitos di Pulau Jawa.
“Memang kami ingin cari suasana lain dari perfilman Indonesia, tidak itu-itu saja, dari Indonesia Barat. Kami mewakili bukan cuma Papua, tetapi mewakili orang Indonesia Timur,” kata Bona.
Bona menjelaskan, dalam konteks cerita film, Suanggi tidak sejak awal digambarkan sebagai ilmu yang jahat. Kekuatan tersebut pada awalnya dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk penyembuhan dan mencari nafkah.
Namun, kekuatan tersebut dapat berubah menjadi sesuatu yang berbahaya ketika disalahgunakan atau berada di tangan orang yang keliru.
Sementara itu, pemeran Gia, Carissa Perusset, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama menjalani proses produksi. Ia mempersiapkan karakter dengan bantuan coach serta sejumlah pemain asal Papua.
Carissa memerankan Gia, kekasih Beni, yang dalam cerita merupakan seorang outsider. Menurutnya, proses tersebut membuatnya banyak belajar mengenai karakter sekaligus budaya baru.
Pemeran Aroba, Iwa K, juga melakukan observasi untuk mendalami karakter, termasuk mempelajari intonasi dan dialek Indonesia Timur. Ia mendapat dukungan dari coach Bobi dan sesama pemain selama proses produksi.
“Intinya menyenangkan eksplor dan riset hal baru. Suanggi ini energi luar biasa yang akhirnya kami tumpahkan ke media film ini,” ujar Iwa K.
Aktor dan komedian asal Papua, John Yewen, turut membintangi film tersebut sebagai Bapa John. Ia mengaku tertantang memerankan karakter seorang pastor yang disebutnya pernah menjadi cita-cita yang diharapkan sang ibu untuk dirinya.
Kisah Beni dan Teror Suanggi
Suanggi: Ilmu Kutukan mengisahkan Beni, diperankan Pangeran Lantang, yang terlilit utang hingga ratusan juta rupiah. Ia kemudian kembali ke kampung halamannya di Pulau Kladum bersama kekasihnya, Gia.
Beni mengaku pulang untuk menjenguk ibu angkatnya, Mama Lin, yang sedang sakit keras. Namun, di balik kepulangannya terdapat tujuan lain, yakni mencuri harta tersembunyi milik keluarganya untuk melunasi utang.
Setelah 13 tahun meninggalkan kampung halaman, kepulangan Beni justru membawa teror. Ia dan keluarganya berhadapan dengan kekuatan gaib yang dikirim Aroba, seorang Suanggi yang diperankan Iwa K.
Aroba mengirim serangan lalat yang mengancam keselamatan keluarga Mama Lin dan warga Pulau Kladum. Teror tersebut sekaligus membuka rahasia kelam yang selama ini disembunyikan Beni.
Film bergenre drama-horor ini disutradarai Dom Dharmo dengan skenario yang ditulis Baskoro Adi Wuryanto. Film tersebut dibintangi antara lain Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Endhita, Stany Imbiry, Euginia Y., Atina Akinoref, Keanu Azka, Ian Williams, dan Obi Mesakh.
Melalui Suanggi: Ilmu Kutukan, kisah budaya Indonesia Timur tidak hanya ditempatkan sebagai latar cerita, tetapi menjadi bagian penting dari narasi film yang memadukan horor, drama, keluarga, dan persoalan penyalahgunaan kekuatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....