GVD, Proyek Solo Aldi Murod, Resmi Rilis Single “VII”
- 27 Agt 2026 17:51 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Aldi Murod resmi memperkenalkan single perdana dari proyek solonya, GVD, melalui lagu berjudul “VII”. Single tersebut dirilis secara independen tanpa naungan label dan mulai tersedia di seluruh platform digital pada 23 Agustus 2026.
GVD bukan merupakan proyek yang baru dibentuk. Nama tersebut berakar dari Gerald von Disaster, alter ego yang telah dipupuk Aldi Murod sejak era MySpace, sebelum akhirnya dikerucutkan menjadi tiga huruf yang lebih mudah diingat.
Musik GVD lahir dari keterbatasan yang kemudian menjadi fondasi estetikanya. Proyek ini mengusung darkgaze, post-black, dan visual kei dengan keyakinan bahwa keterbatasan bukan hambatan, melainkan bahasa sekaligus titik awal dari segala sesuatu yang jujur.
“VII” menjadi pembuka dari rangkaian rilisan GVD yang nantinya akan dilanjutkan dengan tiga single lain, yakni “I”, “III”, dan “IV”. Keempat single tersebut kemudian akan digabung menjadi satu EP.
Di skena post-black lokal, GVD hadir dengan karakter yang kontras. Lirik-lirik yang gelap dibalut identitas visual yang justru terang melalui riasan ala badut, palet warna cerah, serta sentuhan visual kei Jepang yang telah melekat pada diri Aldi sejak kecil.
Menurut Aldi, perpaduan tersebut bukan sebuah kontradiksi, melainkan bagian dari filosofi “depresif yang cerah”, bukan sebaliknya. Semua orang bisa terlihat tersenyum dan bahagia, belum tentu hatinya seterang itu. Dari sisi musikalitas, “VII” berada di ranah post-black dengan sentuhan shoegaze, sedikit bergeser dari akar cybergrind dan visual kei yang telah menemani perjalanan musik Aldi sejak sekolah dasar.
Judul “VII” juga memiliki makna tersendiri bagi Aldi. Angka tujuh bukan sekadar gimmick ala band cult black metal yang kerap menggunakan angka sebagai judul. Bagi Aldi, angka tersebut memiliki sejumlah lapisan makna, mulai dari tujuh hari dalam seminggu, tujuh lapis langit, tujuh tingkat neraka, hingga tujuh dosa besar. Keseluruhannya menjadi simbol siklus dan hierarki yang kemudian melahirkan “VII”.
Dalam ceritanya, “VII” menggambarkan seseorang yang sudah sangat lelah hingga hanya mampu mengadu kepada Yang Maha Kuasa. Sosok tersebut tidak meminta solusi ataupun jalan keluar, tetapi hanya ingin didengar. Lagu ini sekaligus menjadi tribut bagi teman-teman dan keluarga Aldi yang sedang bergulat dengan beban hidup dan kondisi mental masing-masing, serta berangkat dari pengalaman yang pernah ia rasakan sendiri hingga mencapai titik terendah.
Untuk produksinya, “VII” nyaris seluruhnya digarap sendiri oleh Aldi. Ia mengerjakan gitar, bas, synthesizer, hingga vokal bersih yang untuk pertama kalinya berani ia coba. Sementara itu, bagian drum diisi oleh Nicko Rahmat Prabowo (Divide, Rahasia Intelijen, Manusia Aksara), yang sekaligus menangani proses mixing dan mastering.
Proses rekaman “VII” digarap di Venom Studio (Vicious Entertainment Network Of Mayhem). Single tersebut kini dapat didengar melalui seluruh platform digital Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....