Free as a Bird, Jurnal Audio Prass tentang Bertahan, Berdamai, dan Memulai Kembali
- 11 Agt 2026 13:12 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Solois asal Jatinangor, Jawa Barat, Prass kembali menghadirkan karya terbaru lewat EP Free as a Bird yang resmi dirilis pada 24 Juli 2026 di berbagai platform streaming digital. Sebelumnya, Prass telah memperkenalkan dua single, yakni “Free as a Bird” dan “Pada Akhirnya Kita kan Mati”. EP ini berisi enam lagu yang dipengaruhi warna country, ballad, americana, dan bluegrass, sekaligus menjadi rangkaian cerita yang merekam perjalanan emosional Prass selama empat tahun terakhir.
Bagi Prass, Free as a Bird bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah jurnal audio tentang proses menghadapi kehilangan arah, rasa takut, hingga akhirnya belajar menerima diri dan kembali menjalani hidup. Proses tersebut bermula pada 2023 setelah seorang psikolog menyarankan Prass untuk melakukan journaling. Namun, ia memilih musik sebagai medium untuk merekam berbagai pertanyaan, pengalaman, ketakutan, serta pelajaran yang ditemuinya. “Free as a Birdbukan tentang melupakan masa lalu, tetapi tentang berdamai dengannya. Saya berharap lagu-lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berjuang, dan mengingatkan bahwa setiap akhir selalu menyimpan kemungkinan untuk memulai sesuatu yang baru,” ungkap Prass.
Enam lagu dalam EP ini disusun secara kronologis mengikuti perjalanan tersebut. “What If...” membuka cerita dengan pencarian makna hidup, kemudian “Worthy” berbicara tentang melepaskan keterikatan. Selanjutnya, “Pada Akhirnya Kita kan Mati” mengajak pendengar untuk lebih hadir di masa kini, disusul “Long Winding Road” tentang menerima panjangnya perjalanan hidup. “Keep Fire in Your Soul” hadir sebagai pengingat untuk tetap menjaga harapan, sebelum akhirnya “Free as a Bird” menutup perjalanan dengan simbol berdamai bersama masa lalu dan menemukan kebebasan. Dari keseluruhan lagu tersebut, Prass memilih “Pada Akhirnya Kita kan Mati” sebagai fokus utama. Meski judulnya terdengar cukup gelap, lagu ini justru mengajak pendengar untuk menghargai kehidupan dan waktu bersama orang-orang terdekat. “Lagu ini sebenarnya bukan tentang kematian. Lagu ini tentang bagaimana kita memilih hadir sepenuhnya untuk orang-orang yang kita sayangi selagi masih punya waktu,” jelasnya.
Di balik proses produksinya, Free as a Bird lahir dari perjalanan yang tidak selalu mudah. Sebagai solois independen, Prass harus menghadapi keterbatasan finansial sekaligus membagi waktu antara pekerjaan penuh waktu dan musik. Namun, dukungan dari teman-temannya membuat proses tersebut tetap berjalan. Salah satu sosok yang punya peran besar adalah Hilmi Adriansyah, yang turut membantu sebagai produser sekaligus menjaga agar biaya produksi tidak membengkak. “Prass tanpa barudak mah nggak jadi album. Teman-teman yang terlibat juga sama, mereka sudah bantu sangat banyak,” tutur Prass. Menurutnya, berbagai kendala tersebut justru menjadi alasan untuk terus melangkah. “Ini bukan keluhan. Justru ini rasa syukur. Terlalu banyak yang support begini bikin berhenti nggak pernah jadi pilihan,” tambahnya.
Secara produksi, Prass dan Hilmi Adriansyah terlibat dalam berbagai tahap, mulai dari pengembangan demo, aransemen, rekaman, hingga mixing, mastering, dan artwork. Prosesnya berlangsung secara organik dari sesi kreatif sederhana di apartemen Hilmi hingga berbagai studio, rumah musisi, bahkan kamar kos Prass dan Bhanu Marais. EP ini juga melibatkan sejumlah musisi, di antaranya Khizfi Nurfiqoh, Hilman Firmansyah, Charly Septiana Perkasa, Alan Davison, Ratih Putri Apriliani, Rizki Parada, Fadli Julistia, Sigit Hadi Kurniawan, Zulqi Lael Ramadhana, Maulana Dwi Putra, dan Rizki Delian. Setelah perilisan, Prass melanjutkan perjalanan Free as a Bird melalui promosi media, radio, podcast, storytelling, live session, hingga lyric video. Ia juga dijadwalkan menggelar showcase perdana di Kyoto, Jepang, pada 29 Juli 2026 dengan membawakan mayoritas lagu berbahasa Indonesia. Bagi Prass, bahasa ibu tetap punya kemampuan untuk menjangkau pendengar dari berbagai latar dan negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....