UB Jadi Lokasi Syuting Film 3726 MDPL, Mahasiswa Dapat Pengalaman Industri

  • 08 Agt 2026 00:58 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Brawijaya (UB) dipercaya menjadi salah satu lokasi utama pengambilan gambar film film 3726 MDPL garapan sutradara Fajar Bustomi. Proses produksi di Malang ini berlangsung selama 18 hari dengan memanfaatkan sejumlah lokasi di lingkungan UB, diantaranya Gedung Rektorat, ruang kelas dan kantin Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBIPK), Kantin CL, taman kampus, hingga kawasan UB Forest.

Pemilihan lokasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan cerita film 3726 MDPL yang diadaptasi dari novel. Film ini mengangkat kehidupan mahasiswa dengan kisah persahabatan, perjuangan meraih mimpi, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat konservasi.
Rektor UB, Prof. Widodo mengapresiasi kepercayaan Falcon Pictures yang menjadikan UB sebagai lokasi produksi film nasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi ruang bertemunya pendidikan, kreativitas, dan industri.
"Kolaborasi ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan kampus melalui industri perfilman nasional, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung pengalaman bekerja di industri kreatif," kata Rektor UB, Prof. Widodo, Jumat (7/8/2026).

Menurut Prof. Widodo, perfilman memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai pendidikan kepada masyarakat. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan industri kreatif diharapkan dapat melahirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan inspirasi.

"Keberhasilan seseorang tidak cukup hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter yang menjadi fondasi dalam membangun masa depan," ujarnya.
Dekan FBIPK UB, Prof. Mangku Purnomo mengatakan, pemilihan kawasan FBIPK dan UB Forest memiliki keterkaitan dengan karakter utama dalam cerita 3726 MDPL, yakni mahasiswa kehutanan yang memiliki kepedulian terhadap konservasi, kecintaan terhadap alam, dan kegemaran mendaki gunung.

"Ketika tim Falcon Pictures melakukan survei lokasi, mereka melihat lingkungan di sini sangat sesuai dengan kebutuhan cerita. Karena itu, kawasan FBIPK dan UB Forest dipilih sebagai bagian dari lokasi pengambilan gambar," ujar Prof. Mangku.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama lain antara perguruan tinggi dan industri kreatif. Selain memperkenalkan potensi UB, kolaborasi dinilai dapat membuka ruang pembelajaran mahasiswa yang lebih dekat dengan dunia profesional.

Kolaborasi UB dan Falcon Pictures tidak berhenti pada pemanfaatan fasilitas kampus sebagai lokasi syuting. Produksi 3726 MDPL juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa melalui program magang. Sekitar 500 mahasiswa UB mengikuti proses seleksi dengan mengirimkan CV dan portofolio. Setelah melalui seleksi administrasi dan workshop, sebanyak 25 mahasiswa terpilih untuk mengikuti program magang bersama Falcon Pictures.

Mereka menjalani magang pada 5–21 Agustus 2026 dan ditempatkan di 12 divisi produksi, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan syuting. Selain peserta magang, sejumlah mahasiswa UB juga mengikuti proses casting dan terlibat sebagai pemeran maupun figuran.

Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal proses produksi film profesional secara langsung, termasuk koordinasi antardivisi, manajemen produksi, hingga pelaksanaan syuting di lapangan.

Salah seorang mahasiswa yang terlibat, Erika dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis U mengaku mendapat pengalaman baru setelah mengikuti proses produksi. Selain menjadi figuran, ia juga dapat melihat secara langsung tahapan casting hingga produksi film profesional.

Sutradara 3726 MDPL, Fajar Bustomi mengaku terkesan dengan lingkungan Universitas Brawijaya. Setelah mendalami novel yang menjadi sumber cerita, ia mulai mengenal UB dan melihat langsung karakter lingkungan kampus yang dinilai sesuai dengan kebutuhan film.

Menurut Fajar, produksi film merupakan pekerjaan kolaboratif yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, keterlibatan UB dalam proses produksi membuat film tersebut memiliki keterikatan tersendiri dengan kampus.

“Film adalah karya kolaboratif. Ketika kami syuting di Universitas Brawijaya, artinya 3726 MDPL juga menjadi karya Universitas Brawijaya, bukan hanya karya saya," ujarnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....