Sukses Gelar "Ngeleremno Ati", Wak Jo Siap Ramaikan Festival Malang Menyala

  • 17 Jul 2026 08:42 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kota Malang kembali menunjukkan geliat kreativitasnya melalui berbagai pertunjukan seni yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Salah satunya adalah Ngeleremno Ati, sebuah performance art karya seniman Malang Wak Jo bersama Kelompok Bermain Mlebu Metu yang memadukan berbagai cabang seni dalam satu panggung pertunjukan.

Menggabungkan unsur musik, teater, tari, seni rupa, hingga sastra, Ngeleremno Ati menjadi ruang ekspresi yang mempertemukan berbagai perspektif kreatif. Pertunjukan ini tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga mengajak penonton untuk melakukan perenungan mengenai kehidupan, pengendalian diri, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya.

Dalam dialog SPADA Kita Indonesia, Senin (13/7/2026), Wak Jo menjelaskan bahwa nama Ngeleremno Ati memiliki makna tentang proses belajar mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.

"Ngeleremno Ati itu lebih belajar untuk menahan diri. Kalau secara filosofinya, lebih belajar menahan diri dan lebih belajar untuk bersabar," ujar Wak Jo.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi pesan utama yang ingin disampaikan melalui pertunjukan. Di tengah kehidupan yang semakin cepat, manusia perlu memiliki ruang untuk berhenti sejenak, memahami keadaan, dan mengolah perasaan sebelum mengambil tindakan.

Keunikan Ngeleremno Ati juga terlihat dari proses kreatif yang dilakukan secara organik. Para seniman yang terlibat tidak menjalani latihan dengan pola yang kaku seperti pertunjukan konvensional. Mereka hanya berangkat dari konsep dan naskah yang telah disepakati, kemudian memberikan ruang bagi setiap individu untuk menghadirkan interpretasi dan ekspresi masing-masing saat berada di panggung.

Wak Jo menyebut metode tersebut menjadi bagian dari karakter Kelompok Bermain Mlebu Metu yang mengedepankan kebebasan berekspresi dan kolaborasi.

"Kami memberikan ruang kepada setiap seniman untuk menemukan caranya sendiri dalam menyampaikan pesan. Karena setiap orang memiliki pengalaman dan rasa yang berbeda, sehingga ketika bertemu di panggung akan melahirkan sesuatu yang lebih jujur," jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, Ngeleremno Ati menjadi bentuk pertemuan berbagai disiplin seni yang saling melengkapi. Musik memberikan suasana, teater menghadirkan cerita, tari menyampaikan gerak, seni rupa memperkuat visual, sementara sastra menjadi pengikat pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Setelah sukses menggelar performance art tersebut, Wak Jo bersama Kelompok Bermain Mlebu Metu akan kembali hadir dalam Festival Mbois 11 yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Malang Menyala.

Festival Mbois 11 akan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang. Ajang tersebut akan menghadirkan puluhan musisi, seniman, pelaku budaya, serta komunitas kreatif dalam satu perayaan besar yang mengusung semangat kreativitas Arek Malang.

Kehadiran Kelompok Bermain Mlebu Metu dalam Festival Mbois 11 menjadi salah satu bentuk keberlanjutan ruang kreatif di Kota Malang. Melalui karya seperti Ngeleremno Ati, komunitas ini terus menghadirkan seni sebagai media refleksi, dialog, dan penghubung antarindividu dalam ekosistem kreatif kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....