Wak Jo Hidupkan Ruang Berkesenian lewat Kelompok Bermain Mlebu Metu
- 17 Jul 2026 08:40 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kota Malang terus memperkuat posisinya sebagai kota kreatif yang kaya akan seni, budaya, dan komunitas. Pengakuan sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) di bidang Media Arts menjadi bukti bahwa ekosistem kreatif di Kota Malang terus berkembang dan melahirkan berbagai ruang berkesenian yang inklusif.
Salah satu ruang kreatif yang tumbuh dari semangat kebersamaan tersebut adalah Kelompok Bermain Mlebu Metu. Komunitas yang digagas oleh seniman asal Malang, Wak Jo, ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang bertemu, berdiskusi, belajar, dan berkolaborasi bagi para pelaku seni dari berbagai disiplin.
Berbeda dengan kelompok musik pada umumnya, Kelompok Bermain Mlebu Metu dibangun di atas filosofi kehidupan yang sederhana namun mendalam. Melalui karya-karyanya, komunitas ini mengangkat nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, hingga refleksi kehidupan sehari-hari yang dekat dengan masyarakat.
Dalam dialog SPADA Kita Indonesia, Senin (13/7/2026), Wak Jo menjelaskan bahwa nama Mlebu Metu memiliki makna tentang keseimbangan dalam menjalani kehidupan.
"Filosofi Mlebu Metu itu adalah tentang hidup. Kita bernapas, mengambil napas, pasti juga harus mengeluarkan napas. Kita mendapatkan ilmu, sewajarnya dan sewajibnya kita juga memberikan ilmu yang kita miliki," ujar Wak Jo.
Menurutnya, filosofi tersebut menjadi dasar perjalanan komunitas yang dibangunnya. Tidak hanya berkarya, tetapi juga menciptakan ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inspirasi kepada siapa saja yang ingin belajar maupun berkolaborasi.
"Kalau hidup hanya menerima tanpa pernah memberi, keseimbangannya akan hilang. Mlebu Metu ingin menjadi ruang di mana setiap orang bisa datang membawa cerita, pengalaman, lalu pulang dengan membawa semangat dan pelajaran baru," katanya.
Perjalanan berkesenian Wak Jo sendiri telah dimulai sejak awal 1990-an. Sebelum mendirikan Kelompok Bermain Mlebu Metu, ia dikenal sebagai personel band Hel Gedableh yang mulai berkarya pada 1992. Setelah sempat vakum, semangat untuk terus berkesenian tidak pernah padam. Pengalaman panjang tersebut kemudian melahirkan Kelompok Bermain Mlebu Metu sebagai ruang kreatif yang lebih reflektif dan terbuka bagi berbagai kalangan.
Hingga kini, Kelompok Bermain Mlebu Metu telah merilis dua album yang masing-masing berisi lima lagu. Lagu-lagu yang diciptakan mengangkat berbagai persoalan kehidupan, mulai dari kemanusiaan, spiritualitas, hingga hubungan manusia dengan lingkungan sosialnya.
Salah satu karya yang cukup mendapat perhatian adalah lagu "Sambat". Lagu tersebut mengisahkan tentang keluh kesah manusia kepada Tuhan sebagai tempat kembali dan sosok yang paling dekat dengan kehidupan manusia.
Wak Jo menjelaskan bahwa lagu tersebut lahir dari pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari. Menurutnya, setiap manusia memiliki persoalan yang berbeda-beda dan membutuhkan ruang untuk menyampaikan isi hati.
"Lewat lagu 'Sambat', kami ingin menyampaikan bahwa mengeluh kepada Tuhan bukan berarti lemah. Justru itu menjadi bentuk kedekatan seorang manusia kepada Sang Pencipta. Di balik setiap keluh kesah selalu ada harapan dan doa," ungkapnya.
Ia berharap karya-karya yang dihasilkan Kelompok Bermain Mlebu Metu dapat menjadi media refleksi bagi masyarakat sekaligus menguatkan ekosistem seni di Kota Malang.
"Kami ingin terus berkarya, berbagi, dan menjaga ruang kreatif ini tetap hidup. Semoga semakin banyak anak muda yang berani berkesenian tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan budaya yang kita miliki," tuturnya.
Seluruh karya Kelompok Bermain Mlebu Metu kini telah tersedia di berbagai platform digital streaming sehingga dapat dinikmati masyarakat luas. Kehadiran komunitas ini menjadi salah satu contoh bagaimana ruang-ruang kreatif di Kota Malang terus berkembang dan berkontribusi memperkuat identitas kota sebagai pusat seni dan budaya, sekaligus mendukung predikat Malang sebagai Kota Kreatif UNESCO di bidang Media Arts.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....