FILM. Debut lewat Album “Manuskrip” Bertema Perjalanan Hidup
- 05 Jul 2026 09:39 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Grup band asal Jakarta, FILM., resmi merilis album debut bertajuk “Manuskrip” pada 3 Juli 2026. Album yang berisi 12 lagu termasuk intro tersebut kini telah tersedia dan dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital.
FILM. yang digawangi Pandu Priyanto (vokal), Johanes Abi (gitar), Anandya Kurniawan (bass), dan Dimas Poncodiwiryo (drum), menghadirkan warna musik pop-rock alternatif yang dipadukan dengan nuansa pop Indonesia era 2000-an. Melalui album perdananya, grup ini berupaya menghadirkan kembali atmosfer musik yang akrab bagi generasi milenial sekaligus menawarkan pendekatan yang relevan bagi pendengar masa kini.
Album “Manuskrip” mengangkat tema besar mengenai perjalanan kehidupan manusia. Setiap lagu disusun layaknya lembaran sebuah naskah yang saling terhubung, menggambarkan berbagai fase kehidupan mulai dari harapan, kehampaan, penyesalan, hingga perayaan.
Bassist FILM., Anandya Kurniawan atau yang akrab disapa Wawan, menjelaskan bahwa konsep album berangkat dari gagasan tentang takdir dan keniscayaan dalam kehidupan manusia. Menurutnya, “Manuskrip” dipilih sebagai metafora yang menggambarkan alur kehidupan yang seolah telah dituliskan, namun tetap memberikan ruang bagi manusia untuk menentukan makna dari setiap perjalanan yang dijalani.
“Gagasan inilah yang menjadi benang merah album Manuskrip, sebuah pertemuan antara takdir dan kehendak, antara apa yang telah tertulis dan apa yang masih terus dituliskan hingga lembaran akhir,” ujarnya.
Selain menawarkan konsep yang kuat, proses produksi album juga menjadi pengalaman penting bagi para personel dalam membangun identitas musikal FILM. Dimas Poncodiwiryo mengungkapkan bahwa pengerjaan album tersebut membuat setiap anggota semakin memahami karakter, pendekatan musikal, hingga arah produksi yang ingin dicapai bersama.
“Proses ini seperti perjalanan bagi kami karena belajar untuk berkompromi di segala aspek produksi demi menghasilkan karya yang maksimal di setiap lagu,” kata Dimas.
Lagu berjudul “Karena (Ku Tak Tahu)” dipilih sebagai focus track dalam album “Manuskrip”. Lagu tersebut menjadi salah satu titik penting dalam alur cerita album dengan mengangkat kisah perpisahan yang berbeda dari tema perpisahan pada umumnya.
Alih-alih berangkat dari konflik atau hilangnya rasa cinta, lagu ini bercerita tentang seseorang yang memilih mengakhiri hubungan yang sebenarnya berjalan baik karena belum memahami tujuan dan makna yang sedang dicari dalam hidupnya. Nuansa slow-pop yang dihadirkan memperkuat emosi dan suasana reflektif yang menjadi ciri lagu tersebut.
Melalui “Manuskrip”, FILM. juga berupaya menghidupkan kembali warna musik pop-milenial yang sempat mendominasi industri musik Indonesia pada era 2000-an. Sentuhan nostalgia yang mengingatkan pada masa kejayaan program musik televisi dan radio dikemas dengan pendekatan yang lebih segar dan modern.
Vokalis FILM., Pandu Priyanto, berharap lagu-lagu dalam album tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai musik pop Indonesia.
“Kami berharap lagu-lagu di Manuskrip bisa menjadi gateway buat kawula muda untuk menyukai lagu-lagu pop Indonesia dan terus melekat di ingatan mereka sampai tua nanti, sama seperti musik-musik era 2000-an yang masih membekas untuk kami,” ujar Pandu.
Kehadiran “Manuskrip” menandai langkah awal FILM. dalam memperkenalkan identitas dan eksistensinya di industri musik nasional, sekaligus mengajak pendengar mengikuti perjalanan musikal yang mereka tawarkan melalui album debut tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....