Pertunjukan Eksperimental Jadi Media Pelestarian Budaya di Rupa Rasa Artelier
- 01 Jul 2026 14:56 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pelestarian budaya tidak selalu dilakukan melalui cara-cara konvensional. Di tengah berkembangnya industri kreatif, seni pertunjukan kini menjadi salah satu medium untuk menjaga sekaligus mengenalkan budaya kepada generasi muda. Semangat tersebut dihadirkan melalui kolaborasi Adhikari Wisanggeni x Malamati Sekte dalam penutupan Rupa Rasa Artelier Festival.
Mengusung tajuk "Nguri Nguri Budoyo", kolaborasi tersebut menghadirkan pertunjukan seni eksperimental yang memadukan unsur tradisi dengan pendekatan modern. Penampilan mereka menggabungkan instrumen eksperimental berbahan material daur ulang, distorsi suara, nyanyian mantra, serta elemen ritual yang dirangkai menjadi sebuah pengalaman artistik yang sarat makna.
Pertunjukan itu menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya tidak harus terpaku pada bentuk yang baku. Sebaliknya, budaya dapat terus berkembang ketika diberi ruang untuk beradaptasi dengan bahasa seni yang lebih dekat dengan generasi saat ini. Melalui eksplorasi bunyi, gerak, visual, dan tata panggung, kolaborasi tersebut menghadirkan cara baru dalam memaknai warisan budaya tanpa meninggalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kehadiran Adhikari Wisanggeni x Malamati Sekte juga memperkuat konsep Rupa Rasa Artelier Festival sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin. Festival ini tidak hanya menghadirkan musisi dari berbagai daerah dan genre, tetapi juga membuka panggung bagi pertunjukan seni yang memadukan budaya, musik, dan ekspresi kreatif sebagai satu kesatuan. Dengan konsep tersebut, Rupa Rasa Artelier mendorong lahirnya ruang apresiasi yang lebih luas bagi karya-karya seni eksperimental.

Tema "Nguri Nguri Budoyo" atau menjaga dan merawat budaya menjadi pesan utama dalam pertunjukan tersebut. Melalui perpaduan unsur tradisi dan eksplorasi artistik, penampilan ini mengajak masyarakat melihat bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang terus hidup dan dapat ditafsirkan kembali melalui berbagai bentuk kreativitas.
Sebagai penampil penutup festival, Adhikari Wisanggeni x Malamati Sekte menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merefleksikan hubungan antara seni, budaya, dan kehidupan. Api, suara, tubuh, dan atmosfer pertunjukan menyatu menjadi simbol bahwa budaya akan tetap bertahan selama masih ada ruang untuk merawat, mengembangkan, dan memperkenalkannya kepada generasi berikutnya.
Melalui pertunjukan ini, Rupa Rasa Artelier Festival menunjukkan bahwa panggung seni dapat menjadi sarana pelestarian budaya yang relevan dengan perkembangan zaman. Kolaborasi antara tradisi dan pendekatan eksperimental diharapkan mampu membuka perspektif baru bahwa inovasi dalam berkesenian bukan untuk meninggalkan budaya, melainkan menjadi cara agar nilai-nilai budaya tetap hidup, dikenal, dan terus diwariskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....