Founder Partilibur Tegaskan AI Alat Bantu, Jangan Hilangkan 'Soul' Kreasi Manusia
- 23 Jun 2026 09:09 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kian masif masuk ke berbagai lini industri kreatif, termasuk musik dan produksi pertunjukan. Menanggapi hal tersebut, Founder Partilibur, Gahtan Thoriq, menyatakan bahwa kehadiran AI harus disikapi sebagai alat bantu untuk mengoptimalkan proses kerja, tanpa mengesampingkan sisi kemanusiaan dalam berkarya.
Menurut Gahtan, laju perkembangan teknologi saat ini sudah tidak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu, pilihan terbaik bagi para pelaku industri adalah memanfaatkan AI semaksimal mungkin, namun tetap menjaga batasan agar tidak kehilangan esensi atau 'jiwa' (soul) dari kreativitas itu sendiri.
"Kita harus bisa memanfaatkan AI semaksimal mungkin, tapi tanpa meninggalkan sisi soul-nya. Karena manusia itu punya soul, dan alat ini kita gunakan untuk improve. Sisi artistik itu tetap dari manusianya," ujar Gahtan kepada RRI Malang.
Gahtan menjelaskan bahwa AI memberikan dampak positif yang signifikan dalam memangkas hambatan teknis produksi konser dan kreasi pertunjukan musik. Pemanfaatan AI terbukti dapat mengurangi pengeluaran anggaran (budget), mempercepat eksekusi kerja, serta mempermudah musisi atau kreator dalam memvisualisasikan ide yang ada di dalam pikiran mereka.
Ia mencontohkan proses perancangan panggung pertunjukan. Jika dahulu pembuatan sketsa panggung secara manual (sketch up) membutuhkan waktu yang cukup lama, kini AI dapat membantu merumuskan tampilan visual (look) yang diinginkan dalam waktu singkat.
Kendati sangat membantu pada tahap konseptual, Gahtan menegaskan bahwa hasil dari AI tidak boleh langsung diadopsi secara mentah-mentah ke tahap produksi atau pelaksanaan nyata. Perlu adanya proses penyesuaian (adjusting) yang ketat dengan mempertimbangkan aspek realitas dan keamanan.
"Pada pelaksanaannya, itu tidak langsung serta-merta kita adopsi langsung. Tapi kita harus adjusting. Apakah possibility-nya (kemungkinannya) ada, apakah safety-nya masuk akal," tutur Gahtan.
Di akhir pernyataannya, ia kembali mengingatkan bahwa sekadar menguasai teknologi tidaklah cukup. Kunci utama keberhasilan kolaborasi antara manusia dan teknologi di industri musik serta kreativitas adalah keseimbangan. Teknologi harus terus digenggam sebagai alat pendukung, tetapi sentuhan perasaan dan jiwa manusia tetap menjadi motor utamanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....