Single Baru Arman Harjo Soroti Tekanan Hidup dan Maskulinitas

  • 22 Jun 2026 09:33 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Musisi Arman Harjo kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk “Teras Malam” yang menjadi ruang ekspresi personal atas kegelisahan dan kerentanan seorang laki-laki di tengah tekanan hidup modern.

Single ini lahir dari pengalaman emosional Arman pada masa sulit ketika ia berada di titik di mana harga diri, tuntutan ekonomi, hingga ketakutan akan masa depan saling bertubrukan dalam pikiran. Dalam lagu tersebut, ia mencoba merekam pergulatan batin yang jarang dibicarakan, terutama terkait konstruksi maskulinitas yang menuntut laki-laki untuk selalu tampak kuat.

“Teras Malam” menggambarkan momen sunyi ketika Arman duduk di teras rumah pada malam hari, sebuah ritual sederhana yang menjadi ruang refleksi di tengah tekanan hidup. Dari situ, ia menuangkan kegelisahan menjadi karya musik yang jujur tanpa berusaha memberikan jawaban, melainkan sekadar pengakuan atas rasa takut, kegagalan, dan proses menerima diri sendiri.

Arman Harjo merilis karya personal yang menyoroti kerentanan dan tekanan hidup. (Foto: Istimewa)

Secara musikal, lagu ini menandai kembalinya Arman ke akar emosinya yang banyak dipengaruhi warna emo dan alternative rock era awal 2000-an. Nuansa tersebut menjadi fondasi penting yang membentuk identitas musikalnya sejak remaja, sebelum dikenal melalui proyek musik Langit Sore yang mengusung perpaduan pop, rap, dan hip-hop.

Arman mengakui bahwa proyek Langit Sore awalnya hanya merupakan proyek sampingan yang kemudian berkembang lebih besar. Namun, “Teras Malam” tidak dimaksudkan sebagai penolakan terhadap perjalanan tersebut, melainkan sebagai ruang untuk kembali merangkul seluruh sisi dirinya.

“Ini bukan soal menjadi orang yang berbeda. Ini soal kembali menerima semua bagian dari diri sendiri,” ujar Arman.

Dari sisi produksi, lagu ini digarap secara sederhana melalui proses home recording digital tanpa pendekatan yang berlebihan. Arwan Rosadi terlibat sebagai vocal director sekaligus menangani mixing dan mastering, sementara aransemen dikerjakan oleh Sulivan Adriano.

Hasilnya, “Teras Malam” hadir sebagai karya yang justru menemukan kekuatannya pada kesederhanaan dan ketidaksempurnaan. Lagu ini menjadi potret sunyi seorang manusia yang berusaha bertahan di tengah tekanan hidup, sambil terus melangkah meski dibayangi ketakutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....