"Even Angels Ghost" Ungkap Kerentanan Diri dalam Balutan Musik Elektronik Overmono

  • 15 Jun 2026 12:39 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Duo musik elektronik asal Inggris, Overmono, kembali memperkenalkan karya terbaru mereka berjudul "Even Angels Ghost", sebuah lagu yang mengangkat tema kerentanan diri dan pergulatan batin seseorang dalam menghadapi pikiran serta perasaan yang berlebihan.

Single tersebut dirilis sebagai bagian dari rangkaian menuju album kedua Overmono bertajuk Pure Devotion yang dijadwalkan meluncur pada 7 Agustus melalui XL Recordings. Lagu ini menjadi kolaborasi terbaru mereka bersama penyanyi asal Tennessee, Kindora.

"Even Angels Ghost" hadir setelah perilisan single "Lockup" dan dilengkapi video visual sinematik yang memperluas dunia visual album Pure Devotion. Dalam proyek tersebut, Overmono kembali bekerja sama dengan Rollo Jackson untuk menghadirkan pengalaman audiovisual yang mendukung narasi album.

Menurut Tom, salah satu personel Overmono, kolaborasi dengan Kindora berawal dari ketertarikan mereka terhadap karakter vokal sang penyanyi yang pertama kali ditemukan melalui platform Bandcamp. Sejak saat itu, suara Kindora telah digunakan dalam sejumlah karya mereka sebelum akhirnya terlibat secara langsung melalui rekaman vokal orisinal di lagu terbaru ini.

"Kami selalu tertarik pada karakter suara vokal tertentu, dan suara Kindora bisa dibilang merupakan puncak dari apa yang kami cari," ujar Tom.

Sementara itu, Kindora mengungkapkan bahwa "Even Angels Ghost" merupakan refleksi pengalaman pribadinya. Lagu tersebut menggambarkan sisi rentan dirinya yang kerap terjebak dalam berbagai perhitungan dan pikiran berlebihan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengaku merasa memiliki kedekatan emosional dengan Overmono selama proses kreatif berlangsung. Menurutnya, kerja sama tersebut terasa seperti bekerja bersama keluarga sendiri karena adanya rasa saling menghargai terhadap seni dan kualitas musik yang dihasilkan.

Album Pure Devotion sendiri lahir dari proses kreatif yang berkembang seiring meningkatnya popularitas penampilan live Overmono sepanjang 2024. Duo ini sukses menjadi penampil utama di Glastonbury Festival, menjual habis konser di Alexandra Palace, hingga mengkurasi acara Warehouse Project di Manchester.

Proses penulisan dan rekaman album dilakukan secara terisolasi di Spanyol dan Islandia. Dengan peralatan yang minim, yakni dua synthesizer dan satu unit efek suara, Overmono berhasil menciptakan karya yang mereka sebut sebagai musik paling inovatif dan penuh energi dalam perjalanan kariernya.

Melalui 11 lagu yang terdapat dalam album tersebut, Overmono mengeksplorasi berbagai teknik produksi eksperimental, mulai dari penggunaan synthesizer era 1970-an dan 1980-an, pengeras suara pengumuman kereta api kuno, hingga teknik unik memanggang simbal crash di dalam oven untuk menghasilkan karakter suara tertentu.

Album ini juga melibatkan sejumlah kolaborator, termasuk penyair Inggris John Joseph Holt, Kindora, dan Ruthven dari Paul Institute. Seluruh karya dalam Pure Devotion disebut mengedepankan emosi, kualitas artistik, dan sentuhan manusia dalam setiap proses pembuatannya.

Sepanjang 2026, lagu-lagu dalam album tersebut akan dibawakan dalam rangkaian tur dunia Pure Devotion yang menjadi pertunjukan live paling ambisius sepanjang karier Overmono. Tur itu melengkapi konser utama mereka yang telah terjual habis di Old Royal Naval College pada hari perilisan album, serta sejumlah penampilan festival internasional lainnya.

Informasi lengkap mengenai jadwal tur dan penjualan tiket dapat diakses melalui situs resmi Overmono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....