Necrovyne Rilis Debut Single dan Video Klip “Sleep in Design”

  • 03 Jun 2026 12:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Band asal Bandung, Necrovyne, resmi memperkenalkan diri ke skena musik melalui single debut berjudul “Sleep in Design” yang telah dirilis di berbagai platform digital pada 19 Mei 2026. Unit Modern Metal/Visual Kei ini menawarkan kombinasi agresivitas modern metal dengan elemen teatrikal khas Visual Kei yang menjadi identitas utama mereka. Menariknya, seluruh aktivitas band dijalankan secara remote lintas kota oleh Aldy (vokal) di Cimahi, Aswe (gitar) di Bali, Dai (bass) di Sukabumi, dan Shina (drum) di Bandung. Meski baru memulai proses rekaman pada Januari 2026, konsep dan arah musikal mereka telah dipersiapkan sejak awal pembentukan band pada 11 Februari 2025. “Necrovyne resmi terbentuk pada 11 Februari 2025 dan kami baru mulai aktif recording bulan Januari kemarin 2026. Walaupun baru, konsep kami sudah matang sejak awal. Kami jalanin band ini 100% secara remote lintas kota. Jarak justru bikin proses kerja kami jadi lebih cepat dan fokus sampai akhirnya bisa rilis single perdana ini,” ungkap Aldy.

Bagi Necrovyne, “Sleep in Design” bukan sekadar lagu debut, melainkan sebuah pernyataan identitas. Lagu ini menghadirkan perpaduan vokal clean bernuansa megah, scream yang agresif, serta struktur gitar yang presisi untuk membangun karakter sound yang kuat. Dari sisi lirik, lagu tersebut mengangkat tema konflik batin, ketegangan moral, dan fase ketika seseorang mulai berdamai dengan sisi gelap dalam dirinya. Narasi itu diperkuat melalui penggunaan tiga bahasa sekaligus, yaitu Indonesia, Inggris, dan Jepang. “Lagu ‘Sleep in Design’ ini lebih ke refleksi psikologis tentang konflik batin yang dialami setiap manusia, termasuk kami sendiri,” tutur Shina. Sementara itu, Aswe menambahkan, “Ini soal peperangan abadi antara sisi terang dan sisi gelap di dalam diri kita. Isinya menceritakan fase di mana seseorang akhirnya bisa berdamai dan menerima sisi kelamnya itu untuk bisa nemuin ketenangan.”

Proses pengerjaan lagu ini berlangsung selama kurang lebih empat hingga lima bulan, dimulai sejak Januari hingga rampung pada Mei 2026. Dai menjadi sosok yang menyusun kerangka lagu, aransemen, serta draft lirik sebelum materi demo dikembangkan bersama oleh seluruh personel. Dalam prosesnya, Shina turut menambahkan elemen synth dan sequencer untuk memperkaya lapisan musik yang dihasilkan, sementara tahap mixing dan mastering ditangani langsung oleh Dai. “Proses keseluruhannya memakan waktu sekitar 4 sampai 5 bulan, dari Januari sampai akhirnya beres di bulan Mei ini. Secara teknis, gue yang bikin kerangka lagu, aransemen, sama lirik awalnya. Setelah demonya jadi, baru gue lempar ke anak-anak buat dipelajari dan dikembangin lagi,” ungkap Dai.

Meski seluruh proses produksi dilakukan secara jarak jauh dengan sistem pertukaran data antaranggota di kota yang berbeda, metode tersebut justru menjadi salah satu kekuatan Necrovyne dalam membangun karakter musikal mereka. “Shina ngisi tambahan synth dan sequencer biar sound-nya makin penuh, nah buat mixing dan mastering dieksekusi langsung sama Dai. Karena kita kerjanya remote, sistem oper-operan data kayak gini terbukti lumayan efektif buat kita,” tambah Aswe. Pendekatan kerja ini sekaligus menjadi bagian dari identitas Necrovyne yang ingin menunjukkan bahwa kolaborasi kreatif tidak lagi dibatasi oleh jarak.

Setelah merilis “Sleep in Design” beserta video musiknya yang tayang pada 22 Mei 2026, Necrovyne kini memfokuskan energi mereka untuk mempersiapkan EP perdana. Band ini berencana merilis single kedua pada September 2026 sebelum meluncurkan EP penuh pada Desember mendatang. “Untuk sekarang, fokus utama kami adalah prepare untuk EP album. Rencananya, bulan September nanti kami mau rilis single ke-2, baru di bulan Desember rilis EP albumnya. Jadi sisa tahun ini energi kami bakal habis di studio dulu buat beresin materi EP. Setelah semuanya beres, baru kami rencananya bakal mulai jalan tur di awal Januari 2027,” tutur Dai. Dengan langkah tersebut, Necrovyne menegaskan ambisinya untuk membawa warna baru Visual Kei Indonesia ke audiens yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....